BREAKING NEWS
 

Electricity Connect 2025 Dukung Kemandirian Energi & Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 19 November 2025 21:51 WIB
Pembukaan Electricity Connect 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/11/2025). (Foto: Dok.Elevtricity Connect 2025). (Foto: MKI)

RM.id  Rakyat Merdeka -  Electricity Connect 2025, resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/11/2025)

Konferensi dan pameran bidang ketenagalistrikan yang diprakarsai oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan didukung penuh oleh Kementerian ESDM dan PT Perusahaan Listrik Nasional (Persero) atau PLN.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan investasi berkelanjutan dalam transisi energi hijau di tanah air.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu menyampaikan, pemerintah menaruh perhatian besar atas pemanasan global yang tengah melanda dunia.

Oleh sebab itu pemerintah berkomitmen untuk melakukan transisi energi, dari yang berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Jisman mengatakan, agenda tersebut searah dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi dengan memanfaatkan kekayaan sumber EBT domestik.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Luncurkan Brightspace dan Perkuat Ekosistem NFR

“Yang perlu kita perhatikan adalah adanya trilema energi. Yang pertamanya adalah security, kita harus memberikan listrik yang cukup kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Jisman menambahkan, yang kedua adalah listrik tersebut harus affordable atau terjangkau. Dan yang ketiga adalah sustainability, berkesinambungan.

"Kita harus mendorong EBT ke sistem kita semuanya,” tutur Jisman.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN sebagai pengemban mandat kelistrikan nasional telah menyiapkan peta jalan transisi energi Indonesia dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Dalam RUPTL paling hijau sepanjang sejarah tersebut, PLN bersama dengan pemerintah telah menetapkan pembangunan pembangkit akan didominasi oleh EBT.

Adsense

Lebih lanjut IDarmawan mengatakan,  untuk mengakomodasi masuknya listrik EBT ke dalam sistem kelistrikan nasional, RUPTL telah menetapkan pembangunan 48.000 kilometer sirkuit (kms) transmisi dan 109.000 MPH gardu induk, dengan kebutuhan total investasi yang diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun.

Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Lifting 2025, Dorong Penguatan Layanan Hilir Pertamina

"Dengan adanya transisi energi ini kita akan dapat memberikan energi bersih yang berharga, dengan biaya pokok produksi diharapkan semakin menurun," ucap Darmawan.

Menurutnya, dalam proses itu, PLN beralih dari energi fosil yang basisnya impor EBT domestik sehingga meningkatkan ketahanan energi.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, menanggapi bahwa Kantor Staf Presiden memberikan perhatian khusus kepada kemandirian energi nasional.

Pihaknya berkomitmen untuk memastikan implementasi program transisi energi yang masuk dalam Asta Cita Presiden dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran melalui fungsi sinkronisasi kebijakan strategis di sektor energi.

“Kita memahami bahwa sumber energi Indonesia tersebar hingga pulau-pulau terpencil. Itulah kekuatan besar bangsa, meski beberapa daerah penghasilan energi belum sepenuhnya menikmati listrik optimal. Situasi ini menjadi peluang perbaikan yang kini dipercepat melalui RUPTL,” ujarnya.

Lebih lanjut Qodari mengatakan, besarnya peluang ekonomi dalam rencana penambahan kapasitas pembangkit EBT.

Baca juga : BI-Rate Tetap 4,75 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Terus Digenjot

Menueutnya, dengan total nilai investasi Rp3.000 triliun dalam 10 tahun, agenda ini diharapkan dapat berkontribusi hingga 1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahunnya.

“Pemerintah, Kementerian ESDM dan PLN berkomitmen mewujudkan kemandirian energi yang inklusif. Agar seluruh wilayah dapat menikmati listrik yang andal, bersih, dan terjangkau," ujarnya.

Menggapai hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025 sekaligus Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan Electricity Connect 2025 jni membuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk para pemangku kebijakan dan pelaku industri sektor energi membangun kemitraan dan investasi untuk memperkuat ekosistem EBT di kawasan Asia, khususnya Indonesia.

Untuk itu, Electricity Connect 2025 menggelar berbagai kegiatan yang meliputi plenary sessions, panel discussions; hinggs high-level dialogues

Arsya menambahkan, bahwa panitia juga telah menyiapkan pameran yang diikuti oleh 94 exhibitor pelaku industri bidang ketenagalistrikan yang akan menampilkan terobosan teknologi paling mutakhir dari bidangnya.

“Kami optimis agenda Electricity Connect tahun ini akan berjalan sukses dan membuka lebih banyak pintu kolaborasi dan inovasi dari para pemangku kebijakan dan pelaku industri," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense