Dark/Light Mode

Sektor Pertambangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Kamis, 13 November 2025 19:21 WIB
Dinamika di sektor pertambangan harus menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan. (Foto: dok. ESDM)
Dinamika di sektor pertambangan harus menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan. (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas industri tambang di sejumlah daerah penghasil mineral strategis dinilai tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Peran ini selaras dengan kontribusi sektor pertambangan yang masih solid dengan menyumbang sekitar 8,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Ekonom Indef Abra Talattov mengatakan, pertambangan menjadi salah satu sektor yang menopang struktur ekonomi Indonesia. Terutama, di daerah yang bergantung pada sumber daya mineral. 

Menurut Abra, dinamika di sektor pertambangan harus menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan, karena memiliki dampak langsung terhadap kemampuan fiskal nasional dan daerah. Sehingga, berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. 

“Sektor pertambangan ini menjadi sektor terbesar kelima yang menyumbang PDB kita, sumbangannya sekitar 8,5 persen. Beberapa daerah yang sangat bergantung pada sumber daya mineral ini, ” ujar Abra dalam forum diskusi bertajuk Tata Kelola Pertambangan untuk Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkelanjutan, baru-baru ini.

Baca juga : Perempuan Tani HKTI Dorong Inklusivitas Pertanian Menuju Kemandirian Pangan

Dalam konteks ini, peran Holding Industri Pertambangan MIND ID sebagai induk dari perusahaan pengelola sumber daya alam mineral strategis nasional terlihat jelas kontribusinya.

Grup MIND ID menjadi penopang bagi penerimaan negara dan daerah, sehingga menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah operasionalnya. 

Perputaran barang dan jasa, rantai pasok lokal, dan kewajiban fiskal perusahaan memberikan kontribusi pada pajak dan retribusi daerah, yang kemudian menjadi penggerak utama belanja publik dan pembangunan infrastruktur.

Di Papua Tengah, sektor tambang mendukung fiskal Kabupaten Mimika sebesar Rp 407,77 miliar dengan total penerimaan daerah mencapai Rp 5,8 triliun.

Struktur penerimaan ini utamanya bersumber dari aktivitas sektor pertambangan, dan berbagai kegiatan ekonomi terkait yang tumbuh di sekitar daerah operasional PT Freeport Indonesia.

Baca juga : DPD Dorong Diplomasi Perdamaian Dunia Berbasis Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Kontribusi ekonomi tambang juga tampak di Sumatra Selatan, terutama di Kabupaten Muara Enim. Kabupaten tersebut menetapkan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 405,24 miliar untuk 2025, dengan realisasi hingga Agustus 2025 mencapai Rp 223,19 miliar atau lebih dari separuh target.

Komponen penerimaan daerah ini utamanya berkaitan dengan kegiatan pertambangan. Mulai dari pajak air permukaan hingga berbagai retribusi yang timbul dari aktivitas logistik, transportasi, dan pelaku usaha yang mendukung operasi batu bara.

Di Kepulauan Bangka Belitung, struktur PAD provinsi juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan timah. Pemerintah provinsi telah menyepakati bahwa PAD perubahan 2024 sebesar Rp 2,4 triliun, yang sebagian besar bersumber dari pajak daerah dan aktivitas ekonomi yang bergeliat.

Sementara itu, operasional ANTAM dan Inalum di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Sumatra Utara berkontribusi pada PAD melalui pajak daerah serta aktivitas ekonomi yang tumbuh dari industri mineral.

Di beberapa kabupaten seperti Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Toba, penguatan sektor mineral berhubungan langsung dengan peningkatan pendapatan dari pajak air permukaan dan retribusi lokal.

Baca juga : Kembangkan Inovasi Pertanian Digital, Kemkomdigi Buka Garuda Spark Di Medan

Menurut Abra, hilirisasi merupakan faktor penting dalam mendorong perekonomian daerah. Untuk itu, Indef tengah mengkaji kebijakan hilirisasi mineral strategis, demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Saat ini, kami di Indef memang tengah melakukan kajian hilirisasi mineral strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.