BREAKING NEWS
 

Dapat Beasiswa Freeport, Tiga Generasi Muda Amungme Dan Kamoro Raih Gelar Dokter

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 22 November 2025 19:32 WIB
Sephia Jangkup. (Foto: Freeport Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Papua melalui program beasiswa yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Tahun ini, tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro yang menerima beasiswa PTFI resmi menyandang gelar dokter setelah menuntaskan pendidikan kedokteran di berbagai universitas.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengatakan capaian tersebut menunjukkan kegigihan para penerima beasiswa dalam meraih cita-cita. “Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini. Kerja keras, kedisiplinan, serta ketekunan mereka telah mengantarkan pada prestasi besar. Freeport Indonesia bangga menjadi bagian dari perjalanan anak-anak Papua yang terus berprestasi di tingkat nasional dan global,” ujar Claus di Timika, Sabtu (22/11/2025).

Ketiga dokter tersebut adalah dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari suku Kamoro; dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme; dan dr. Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

Baca juga : Ini Terobosan GoTo Sejahterakan Mitra Dan Keluarga

Claus menambahkan, program beasiswa yang dijalankan YPMAK sejak 1996 merupakan bentuk dukungan jangka panjang PTFI terhadap pendidikan di Papua. Program ini menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang berfokus pada pengembangan SDM, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat Amungme-Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan pencapaian ketiga dokter tersebut menjadi bukti nyata pentingnya investasi di bidang pendidikan. “Kami akan terus menyiapkan sumber daya manusia yang kuat melalui dana kemitraan PTFI. Harapannya, mereka kelak dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakatnya sendiri,” kata Leo.

Thalia Thomas Karupukaro. (Foto: Freeport Indonesia)
Adsense

Thalia menerima beasiswa sejak 2013 ketika masih duduk di bangku SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya. Selama 12 tahun menjadi penerima beasiswa, ia melalui proses panjang yang membentuk dirinya menjadi pribadi tangguh.

Baca juga : Sinar Mas Land Dukung Generasi Muda di Ajang Robotika dan AI KRON 2025 di ICE BSD City

Ia mengenang dua momen paling berkesan: terpilih mewakili Sulawesi Utara dalam lomba geosains tingkat nasional di Padang, serta menerima ucapan terima kasih langsung dari seorang pasien saat sudah menjadi mahasiswa kedokteran. “Hal sederhana itu sangat membanggakan. Saya merasa bermanfaat,” ujarnya.

Thalia menyebut beasiswa PTFI membuka jalan baginya untuk menggapai cita-cita menjadi dokter. “Saya tahu betul sulitnya akses layanan kesehatan di Papua. Saya ingin menjadi bagian dari solusinya,” katanya.

Sementara itu, dr. Christanto Beanal menyelesaikan pendidikan kedokteran di Unika Atma Jaya dan kini melanjutkan studi S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH). Ia mengatakan beasiswa yang diterimanya bukan hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga dukungan moral dan emosional. “YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti. Kami bisa berkonsultasi bukan hanya soal administrasi, tetapi juga dukungan psikis,” ujarnya.

Baca juga : Dedi Mulyadi Sebut Dana Pemprov Masih Kurang

Menurut Christanto, tantangan pendidikan kedokteran tidak hanya pada materinya, tetapi juga kebutuhan untuk saling mendukung. “Struggling itu bukan cuma soal belajar, tetapi tentang punya teman-teman sebaya yang memahami perjuangannya,” katanya.

Adapun dr. Sephia Jangkup, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada awal 2025, menerima beasiswa sejak SMP dan kini menjalani program internship di RSUD Mimika. “Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, bisa menjadi dokter,” ujarnya.

Sephia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua lainnya. “Kebanggaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk masyarakat di kampung halaman,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense