Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Empat Perwira Bintang Tiga Masuk Bursa Calon Kepala Staf AL
Minggu, 17 Agustus 2025 22:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali segera memasuki masa pensiun. Pergantian pucuk pimpinan TNI Angkatan Laut (AL) kali ini berlangsung di tengah dinamika modernisasi armada yang belum rampung, meningkatnya tantangan keamanan maritim kawasan, serta kebutuhan memperkuat diplomasi pertahanan di laut.
Dalam bursa calon pengganti Kepala Staf AL, empat perwira tinggi berbintang tiga menguat.
Mereka adalah Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Denni Hendrata, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Irvansyah, dan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Laksdya TNI Edwin.
Profil Kandidat
Denni Hendrata kini menjabat Pangkoarmada RI, pos yang dekat dengan kesiapan tempur armada laut.
Erwin sebagai Wakasal memahami dinamika internal organisasi TNI AL, mulai dari manajemen personel hingga kebijakan struktural.
Irvansyah, Kepala Bakamla, dikenal dengan jejaring lintas instansi serta pengalaman menjaga keamanan laut dari illegal fishing, penyelundupan, hingga isu perbatasan.
Sementara Edwin, Wagub Lemhannas, membawa perspektif strategis dan geopolitik yang relevan dengan kebutuhan diplomasi pertahanan.
Siapa pun yang dipilih Presiden sebagai Kasal mendatang akan menghadapi tiga agenda utama: mempercepat modernisasi alutsista, memperkuat operasi maritim di wilayah perbatasan, serta meningkatkan diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : UEA Bantah Tuduhan Terbangkan Pasukan Bayaran Ke Sudan
Pengamat politik dari Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai, pergantian Kasal kali ini memiliki arti strategis.
“Pemimpin baru TNI AL tidak hanya dituntut menjaga laut Indonesia, tetapi juga mempercepat transformasi armada. Tantangan kita bukan sekadar teknis, tetapi geopolitik. Kandidat yang punya kapasitas diplomasi dan pemahaman strategis akan punya nilai tambah,” kata Adib, Minggu (17/8).
Menurut Adib, keempat nama yang menguat saat ini memiliki peluang relatif berimbang.
“Masing-masing punya keunggulan. Ada yang kuat di operasional, ada yang paham struktur internal, ada yang punya jejaring lintas instansi, ada pula yang menguasai kajian strategis. Presiden tentu akan menimbang kebutuhan TNI AL ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Prabowo Anugerahi Bintang RI Adipurna untuk Presiden Peru
Adib menegaskan, keputusan tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI.
“Dengan masa pensiun Laksamana Muhammad Ali yang semakin dekat, publik menanti siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan TNI Angkatan Laut di tengah dinamika keamanan maritim dan kebutuhan modernisasi armada nasional,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya