BREAKING NEWS
 

Empat Bank Diguyur Likuiditas Rp 76 Triliun

Pertumbuhan Ekonomi Gaspol Di Akhir Tahun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 24 November 2025 06:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali menyalurkan tambahan likuiditas ke sektor perbankan sebesar Rp 76 triliun. Dana jumbo ini diharapkan sukses menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi jelang tutup tahun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelontorkan dana tersebut kepada empat bank besar milik negara. Yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu Bank Jakarta, untuk mendorong stabilitas keuangan nasional. 

Penempatan dana ini merupakan kelanjutan dari penyaluran Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun, yang sebelumnya ditempatkan di seluruh Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Namun kini, dua bank milik negara, BTN dan BSI, tidak mendapatkan jatah tambahan dana. 

Baca juga : Normalisasi Ciliwung Harus Dilaksanakan Tahun Depan

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (17/11/2025). 

Febrio merinci, BRI menerima Rp 25 triliun, Bank Mandiri Rp 25 triliun, BNI Rp 25 triliun dan Bank Jakarta Rp 1 triliun. 

Febrio mengatakan, total tambahan likuiditas tersebut sudah diberikan sejak 12 September 2025. Dia juga melaporkan, realisasi penggunaan dana SAL Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank milik negara, per 22 Oktober telah mencapai Rp 167,7 triliun atau setara 84 persen. 

Baca juga : KPK Segera Umumkan TSK Kasus Korupsi Google Cloud

Menurut Febrio, penempatan dana likuiditas dilakukan Pemerintah karena terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi. Suntikan dana tersebut telah memicu peningkatan investasi dan konsumsi. 

“Sektor riil-nya juga bergerak. Kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan dan perbankan bisa lebih cepat, didukung cost of fund yang lebih rendah,” jelasnya. 

Menanggapi kebijakan ini, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah mengatakan, tambahan likuiditas Rp 76 triliun sebagai langkah positif.

Adsense

Baca juga : Liverpool Hancur Lebur

Menurut Piter, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga likuiditas dan stabilitas sistem keuangan menjelang akhir tahun. Penempatan dana dilakukan melalui skema yang selama ini dipakai Pemerintah untuk memperkuat arus kas perbankan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense