Dark/Light Mode

Bukan Lagi Waktunya Ngomongin Rencana

Normalisasi Ciliwung Harus Dilaksanakan Tahun Depan

Senin, 24 November 2025 06:25 WIB
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI membersihkan bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI membersihkan bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta akan melanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung untuk mengendalikan aliran air hujan kiriman dari daerah hulu di Bogor, Jawa Barat.

Dengan normalisasi Ciliwung, banjir di Jakarta diharapkan berkurang hingga 40 persen. Karena itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Ghozi Zulazmi mengatakan, pengendalian banjir harus menjadi prioritas Pemprov DKI. Sebab, terkait keselamatan dan kenyamanan warga Jakarta. 

Menurutnya, Jakarta butuh langkah konkret dan konsisten terhadap penanggulangan banjir. Karena itu, dia mengingatkan, tahun 2026 bukan lagi waktunya bicara mengenai rencana normalisasi. Tapi, sudah mulai mewujudkan rencana tersebut. 

“Saya dukung,” tandas Ghozi. Setelah normalisasi itu benar-benar dilaksanakan secara konkret, banjir di Jakarta bisa berkurang secara signifikan. “Normalisasi Ciliwung merupakan agenda besar yang perlu percepatan,” tegasnya. 

Ghozi juga mendorong Pemprov DKI segera mengeksekusi berbagai pekerjaan fisik. Mulai dari pembebasan lahan, pembenahan aliran sungai, hingga penguatan talud (dinding penahan tanah) dan pelebaran kawasan bantaran. “Program normalisasi Ciliwung harus segera digeber,” ingatnya, Jumat (21/11/2025). 

Baca juga : KPK Segera Umumkan TSK Kasus Korupsi Google Cloud

Komisi D DPRD DKI Jakarta, lanjut Ghozi, akan memastikan proses normalisasi berjalan trans paran, tepat sasaran dan mempertimbangkan aspek sosial masyarakat. 

Dia pun mewanti-wanti Pemprov DKI memberikan kepastian kepada warga. Terutama bagi warga yang terdampak penataan di sekitar kawasan aliran Ciliwung. 

Dengan pengawasan ketat dan komunikasi intens bersama eksekutif, Komisi D akan mengawal alokasi anggaran, progres pekerjaan di lapangan, hingga evaluasi pelaksanaan normalisasi. 

Pemprov DKI berencana menormalisasi Ciliwung tahun 2026. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

Sebagai informasi, Pemprov DKI berencana menormalisasi Ciliwung tahun 2026. Rencana ini sudah berulang kali disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Antara lain kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. 

“Kami juga akan melakukan normalisasi Kali Krukut,” kata Pramono saat peringatan Hari Bakti PU ke-80 di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025). 

Baca juga : Liverpool Hancur Lebur

Pramono mengatakan, kualitas pengelolaan sungai kini menjadi indikator penilaian kota global. Perbaikan kondisi sungai, turut membantu peningkatan peringkat Jakarta dalam Indeks Kota Global. 

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengoptimalkan pemanfaatan Ciliwung bersamaan dengan pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas yang dimulai awal Januari 2026. 

Pramono menyampaikan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 232 miliar untuk pembebasan lahan, guna menormalisasi sungai. Yakni, di Cililitan (Jakarta Timur) ada 37 bidang, dengan anggaran Rp 111 miliar. Di Kelurahan Pengadegan (Jakarta Selatan) ada 54 bidang, sebesar Rp 121 miliar. “Di dua kelurahan inilah kami lakukan normalisasi,” jelasnya. 

Untuk melaksanakan normalisasi Ciliwung, lanjut Pramono, Pemprov DKI terus bersinergi dengan Kementerian PU. 

Program normalisasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI mengurangi risiko banjir, memperbaiki tata ruang, serta menata kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai. 

Baca juga : Bangun Pusat Latihan Olahraga Terbesar Di ASEAN, Erick Thohir All Out

Menteri PU Dody Hanggodo mendukung rencana Pemprov DKI tersebut. Menurutnya, keberhasilan normalisasi akan sangat ditentukan dukungan daerah dalam penyediaan lahan. 

“Apa yang dikerjakan Pak Gubernur sudah baik. Kalau butuh dukungan dari kami, insya Allah kami dukung penuh,” kata Dody. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.