Dark/Light Mode

Prediksi Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, Purbaya Pertaruhkan Jabatan

Minggu, 23 November 2025 07:50 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram/menkeuri)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram/menkeuri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat menembus angka 6 persen. Ia bahkan menyebut siap kehilangan jabatan, jika target tersebut gagal tercapai.

Target Purbaya ini di atas target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang ditetapkan Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4 persen. 

Purbaya mengaku memiliki keyakinan kuat target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai. “Saya ingin dorong ke 6 persen. Kalau risikonya apa, saya ngomong begini: kalau nggak kecapai, saya dipecat,” ujar Purbaya dalam acara Ecoverse 2025 di The Westin, Jakarta, Kamis (20/11/2025). 

Baca juga : Akhir Pekan, Prabowo Bahas Gaza

Ia menambahkan, tantangan merupakan hal yang membuat pekerjaannya menarik. Tanpa target yang menantang, ia mengklaim lebih memilih berdiam diri di rumah ketimbang menjabat sebagai Menkeu. 

Purbaya menegaskan, dorongan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2026 hanyalah permulaan. Ia menargetkan, laju pertumbuhan yang lebih cepat lagi pada 2027 demi mewujudkan visi Prabowo. 

“Tahun selanjutnya kita dorong lebih cepat lagi. Mungkin tahun ketiga atau keempat sudah terlihat pertumbuhan 8 persen. Jadi kita bisa mewujudkannya,” kata Purbaya. 

Baca juga : Gibran: Kerja Sama Harus Memberdayakan, Bukan Mendikte

Selain fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga memastikan perlindungan pasar dalam negeri dari serbuan barang impor ilegal. Menurutnya, pasar domestik yang berjumlah 280 juta penduduk adalah aset penting bagi pertumbuhan. 

Ia menjelaskan, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh permintaan domestik. Sisanya berasal dari ekspor. Karena itu, apabila barang impor ilegal menguasai pasar lokal, keuntungan akan lari ke luar negeri. 

“Sebisa mungkin pasar kita dikuasai produsen dalam negeri, sehingga yang untung kita semua. Ayo kita kaya bersama,” jelasnya. 

Baca juga : Heboh Surat Rais Aam Minta Gus Yahya Mundur, Gus Ipul: Semua Harus Tenang

Dari sisi analis, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai, target pertumbuhan ekonomi 6 persen bukanlah sesuatu yang mustahil. Ia menyebut, hal itu bisa dicapai asal ada perubahan pendekatan kebijakan secara fundamental. 

“Pertumbuhan 6 persen bukan mimpi, tapi memerlukan perubahan cara pandang terhadap kebijakan fiskal–moneter dan bagaimana ekonomi didorong,” ungkap Fakhrul kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (22/11/2025) malam. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.