RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih melakukan kajian mendalam terkait skema insentif untuk sektor otomotif.
Agus menjelaskan, tim Kemenperin tengah merumuskan dua kemungkinan bentuk insentif, baik untuk masyarakat guna memperkuat daya beli, maupun untuk produsen demi mendorong kembali pasar otomotif yang saat ini melemah.
Baca juga : Kemenperin: Industri Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
“Kami di Kemenperin sendiri belum selesai melakukan kajian, merumuskan insentif untuk otomotif, baik itu kemungkinan insentif kepada masyarakat ataupun produsen. Itu sedang kami rumuskan agar lebih precise, lebih detail, dan kami hitung cost and benefit-nya untuk negara dan masyarakat,” ujar Agus.
Ia menegaskan bahwa proses penyusunan insentif dilakukan secara komprehensif, termasuk menilai dampak fiskal dan manfaat bagi industri, sebelum usulan final diajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca juga : Kemenperin Rumuskan Usulan Insentif Fiskal Untuk Perkuat Sektor Otomotif
“Nanti setelah rumusan selesai, baru kami kirimkan ke pemerintah, dalam hal ini Kemenko. Setelah diterima dan dipelajari, kalau dianggap tidak bisa diterima, ya tidak masalah,” ujarnya.
Agus memastikan bahwa Kemenperin menargetkan perumusan insentif tersebut rampung awal Desember 2025. Usulan itu nantinya diharapkan bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari kebijakan fiskal tahun 2026.
Baca juga : Menperin: RI Siap Jadi Pusat Industri Kosmetik Halal Dunia
“Saya mau mengusulkan agar insentif otomotif bisa masuk kebijakan fiskal 2026. Seharusnya rumusan dan usulan kami sudah selesai dan dikirim awal Desember,” ujar Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.