Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terima Influencer Otomotif, Ketum IMI Ajak Majukan Pariwisata Indonesia
Kamis, 31 Juli 2025 13:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo kembali mengajak komunitas influencer otomotif dari berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menjadi garda depan dalam memajukan pariwisata Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, IMI terus mendorong pengembangan sport automotive tourism sebagai model kegiatan yang menggabungkan semangat berkendara, promosi destinasi nasional, edukasi keselamatan lalu lintas, serta penguatan jejaring antar komunitas otomotif di seluruh Indonesia.
Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menegaskan bahwa touring bukan sekadar perjalanan. Tetapi juga panggung berjalan yang membawa cerita, semangat, dan keindahan Indonesia ke hadapan dunia.
"Melalui kegiatan touring, kita bisa mempromosikan pariwisata, membangun edukasi berkendara yang aman, serta menciptakan interaksi sosial lintas komunitas,” ujar Bamsoet, saat menerima komunitas influencer yang tergabung dalam tim The Hunters Touring, di Kantor Pusat IMI, Kawasan GBK Senayan, Kamis (31/7/2025).
Baca juga : Menpar Apresiasi Pelindo Kembangkan Marina Premium Pertama Di Indonesia
Pengurus IMI Pusat hadir antara lain Wakil Ketua Umum M. Riyanto, Bendahara Umum Jeffrey JP, serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho Marsudianto. Sementara, tim The Hunters Touring hadir Bobby Tria Sanjaya, Saifudin Yusuf, Ricardo Prambudi, Dava Rayhan Putra, Sugeng Parulian Situngkir, Yodi Widiansia, Ilyas Ilyasa, Harry Affandy, Beni Amanizar, Asep, Ali Akbar, Wasa Wirman, Dandi Malik, Steve Jourdan, Briano Kawenang, Irwan Cipto dan Sonny Yulisman.
Bamsoet memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata (Kemenpar), potensi wisata berbasis otomotif di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Sepanjang tahun 2023, tercatat lebih dari 1.200 kegiatan touring dan event otomotif digelar, menyumbang perputaran ekonomi lebih dari Rp 1,2 triliun, baik dari sisi konsumsi lokal, akomodasi, hingga jasa dokumentasi digital. Angka ini diproyeksikan tumbuh 15–20 persen pada 2025 seiring meningkatnya minat publik dan dukungan dari banyak pihak.
Di era digital saat ini, setiap perjalanan touring dapat dikemas secara profesional dan terdokumentasi dengan baik. Video sinematik, konten reels, foto berkualitas tinggi, hingga jurnal perjalanan bisa ditayangkan di kanal media sosial dan platform digital, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Baca juga : Hexindo Ekspansi Ke Merauke, Dukung Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
"Langkah ini memastikan bahwa kegiatan touring bukan hanya dinikmati peserta secara langsung, tetapi juga menjangkau jutaan netizen di dalam dan luar negeri," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjelaskan, touring juga menjadi media pendidikan yang efektif. Lewat pendekatan langsung, para peserta belajar tentang pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan perlengkapan standar, hingga pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini penting di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua dan empat.
Melalui touring juga dapat mempererat ikatan sosial. "Di sana kita diajarkan toleransi, disiplin, dan kepedulian. Touring mengasah bukan hanya skill, tapi juga mental dan etika berkendara. Kita ingin generasi muda tumbuh sebagai rider dan driver yang tidak hanya tangguh, tapi juga bertanggung jawab,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya