Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenperin Tegaskan Komitmen Jaga Ekosistem Industri Otomotif Nasional
Kamis, 28 Agustus 2025 11:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya menjaga ekosistem industri otomotif nasional agar tetap tangguh di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Industri otomotif dinilai berperan penting dalam peningkatan investasi, inovasi produk, hingga menjadi motor penggerak ekonomi nasional maupun daerah.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem industri otomotif nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kami memastikan industri dalam negeri tetap memiliki akses bahan baku, daya saing produksi, serta peluang ekspor yang terus diperluas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (27/8/2025).
Sebagai bentuk dukungan, Kemenperin memberi perhatian penuh pada penyelenggaraan pameran otomotif berskala internasional GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), termasuk yang digelar di daerah. Ajang ini diharapkan menjadi etalase kemajuan industri otomotif nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Baca juga : GAC Perkuat Komitmen Hadirkan Kendaraan Listrik Premium Di Indonesia
Pada pembukaan GIIAS Surabaya 2025, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyampaikan apresiasi kepada GAIKINDO atas konsistensi menghadirkan pameran berskala internasional yang berdampak positif terhadap perekonomian.
“Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis dalam peta industri otomotif nasional. Jawa Timur menyumbang pangsa pasar sebesar 9,7 persen dari total penjualan nasional, menempati posisi ketiga tertinggi di Indonesia. Potensi ini harus diimbangi dengan penguatan struktur industri yang kokoh dan terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Setia.
Mengacu data Vehicles in Use 2024 dari OICA, Indonesia memiliki rasio kepemilikan mobil (Car Ownership Ratio) sebesar 99 per 1.000 penduduk, masih lebih rendah dibanding Malaysia (490), Thailand (275), dan Singapura (211). Meski begitu, Indonesia mencatat penjualan kendaraan domestik tertinggi di ASEAN, mencerminkan pasar yang luas dan prospektif untuk menarik investasi, transfer teknologi, dan ekspansi produksi.
Baca juga : Gandeng JICA, Kemenperin Digitalisasi IKM Komponen Otomotif
Setia menambahkan, struktur industri otomotif nasional terbukti memberikan efek pengganda besar pada perekonomian. Hal itu ditunjukkan dengan koefisien backward linkage sebesar 0,975 dan forward linkage sebesar 0,835 yang berdampak pada sektor logam, karet, elektronik, perdagangan, transportasi, logistik, hingga jasa keuangan.
“Pemerintah terus mendorong penggunaan komponen dalam negeri untuk memperkuat kemandirian industri sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja,” tegasnya.
GIIAS Surabaya 2025 diikuti 30 merek kendaraan bermotor yang terdiri atas 21 merek kendaraan penumpang, satu merek kendaraan komersial, delapan merek sepeda motor, serta 14 merek industri pendukung. Dari jumlah itu, tujuh merek baru untuk pertama kalinya berpartisipasi. Kehadiran mereka dinilai tidak hanya memperkaya pilihan konsumen, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari hotel, transportasi, hingga UMKM di sekitar venue pameran.
Baca juga : Hari Perumahan Nasional 2025, Ibas Tegaskan Komitmen Pada Keadilan Sosial
“Pemerintah berkomitmen menjaga resiliensi industri, daya beli masyarakat, dan mengakselerasi transisi menuju teknologi ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB),” tambah Setia.
Kehadiran KBLBB di GIIAS Surabaya 2025 selaras dengan target nasional menurunkan emisi gas rumah kaca serta mendorong inovasi di sektor otomotif. Langkah ini juga diproyeksikan mempercepat terbentuknya ekosistem industri baru dan membuka peluang investasi, termasuk pada infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya