BREAKING NEWS
 

Total Investasinya Tembus Rp 36,4 Triliun

Indonesia-China Perluas Kawasan Industri Kembar

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 28 November 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah China dan Indonesia sepakat memperluas proyek kawasan industri kembar atau Two Countries Twin Parks (TCTP) pada 2026. Kedua negara bakal terlibat dalam kerja sama investasi senilai Rp 36,4 triliun.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kawasan kembar menjadi simbol terbentuknya ekosistem kolaboratif yang menggabungkan keunggulan komparatif Indonesia. 

Kerja sama itu bakal fokus menggarap ketersediaan Sumber Daya manusia (SDM), hingga kekuatan pasar domestik dengan kapasitas China dalam penyediaan teknologi, pembiayaan dan pengalaman di sektor manufaktur. 

"Two Countries Twin Parks merupakan inisiatif strategis Indonesia dan China. Tujuannya untuk membangun dua kompleks industri di antara kota kembar, di antara dua negara, agar sinergi kedua industri dan rantai nilai kedua negara optimal," kata Airlangga di acara The City of Blessings ChinaI-ndonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, Rabu (26/11/2025). 

Proyek TCTP antara Indonesia dan China sudah berjalan di kawasan industri di Batang. Selanjutnya, kedua negara akan memperluas proyek tersebut ke berbagai wilayah lain. Salah satunya, Pulau Bintan yang berpotensi sebagai lokasi pengembangan berikutnya. 

Baca juga : Jogging Dihibur Nyanyian Tonggeret Dan Auman Singa

Terkait itu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kota Fuzhou, China, kembali memperkuat hubungan ekonomi melalui penandatanganan 16 Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama investasi dengan total nilai mencapai Rp 36,4 triliun. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh para pelaku usaha Indonesia dan China, disaksikan Menko Airlangga. Sebanyak 16 proyek kerja sama tersebut akan mulai diimplementasikan pada tahun 2026 dan mencakup sejumlah sektor prioritas nasional. Yakni ekspor baja, nikel dan komoditas industri, pengolahan pangan dan kelautan hingga industri perikanan terpadu. 

Ada pula sektor prioritas terkait pengembangan energi matahari dan sistem penyimpanan energi, batubara dan rantai pasok bahan baku industri, riset dan kolaborasi kecerdasan buatan Indonesia-China, teknologi baru dan peralatan industri, serta pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru. 

Nilai investasi Rp 36,4 triliun ini merepresentasikan 24,3 persen dari total komitmen investasi 10 miliar dolar AS atau setara Rp 166,34 triliun, yang disampaikan Pemerintah Kota Fuzhou saat menerima kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2025. 

Adsense

Airlangga bilang, Indonesia membutuhkan lebih banyak proyek di sektor industri baja, manufaktur, perikanan, tekstil, pertanian, seperti teh, furniture, teknologi baru seperti drone, baterai kendaraan listrik, termasuk infrastruktur dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

Baca juga : KPK Usut Penghilangan Barbuk Kasus Kuota Haji

"Sektor seperti ini prospektif bagi Indonesia. Pemerintah Indonesia berharap dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, kolaborasi antara China dan Indonesia semakin erat," harap Airlangga. 

Usai acara, Airlangga melanjutkan pertemuan bilateral dengan Executive Vice Governor of Fujian Provincial People's Government Guo Ningning. 

Sejumlah poin penting disampaikan Airlangga. Mulai dari apresiasi atas komitmen investasi yang telah disepakati, peluang pengembangan kawasan industri yang lebih berkualitas. 

Selanjutnya, ada urgensi investasi dalam menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan, mendorong kegiatan terkait perikanan, peluang perluasan penerbangan untuk mendukung pariwisata, hingga kerja sama di bidang pendidikan. 

Sebagai informasi, sektor investasi utama China di Indonesia pada 2024, terutama pada industri logam sebesar 4 miliar dolar AS atau setara Rp 66,53 triliun, dan industri farmasi sebesar 1 miliar dolar AS setara Rp 16,63 triliun. 

Baca juga : Tim Sekelas Bayern Dibikin Kocar-Kacir, Arsenal Tak Ada Lawan

TCTP menjadi modal kerja sama kedua negara karena populasinya mewakili sekitar 1,7 miliar orang dan nilai ekonomi gabungan mencapai 19,2 triliun dolar AS (Rp 319.449 triliun). 

China juga merupakan mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar 135 miliar dolar AS (Rp 2.246 triliun) pada 2024. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, pada 3 September lalu. Pertemuan ini berlangsung hangat usai menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China. 

Seiring peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia memperdalam kemitraan strategis dengan China. Komitmen ini diyakini dapat membawa hubungan kedua negara pada tingkatan yang lebih erat di sejumlah bidang. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense