Sebelumnya
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, PIS juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dengan terus memantau pergerakan kapal serta mengoptimalkan pengiriman tambahan untuk mempercepat distribusi stok BBM dan LPG.
“Seluruh operasi Satgas dipantau secara terpusat melalui pusat kendali yang telah menerapkan teknologi terkini, khususnya dalam hal monitoring,” jelas Alih. Ia menambahkan, digitalisasi pengawasan memberi dampak besar dalam mitigasi risiko dan efisiensi distribusi energi.
Baca juga : PGN Siagakan Satgas Nataru, Pasokan Gas Dijamin Aman 24 Jam
Selain armada utama, dukungan operasional lain seperti pengecekan ketersediaan kapal, layanan agensi kepelabuhan, kesiapan floating storage (penampungan bahan bakar terapung), serta berbagai jasa pendukung juga disiagakan untuk memastikan kelancaran mobilitas energi nasional.
“Kami terus bergerak cepat untuk mengatasi kendala pengangkutan BBM, dan kami berharap kondisi cuaca bisa membaik sehingga distribusi energi ke masyarakat dapat berjalan maksimal,” tutup Alih.
Baca juga : Pertamina Pulihkan Pasokan LPG Di Aceh Dan Sumatera, 54 SPBE Dioperasikan
Untuk diketahui, PT Pertamina International Shipping (PIS) merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berdiri pada tahun 2016. Sejak 2021, PIS ditunjuk sebagai Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) yang mengelola seluruh bisnis pelayaran, jasa kelautan, dan logistik Pertamina Group. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.