Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Pulihkan Pasokan LPG Di Aceh Dan Sumatera, 54 SPBE Dioperasikan
Minggu, 30 November 2025 15:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) memastikan 54 Stasiun Pengisian Bulk LPG (SPBE) dan 556 Agen LPG tetap beroperasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir menyebabkan terganggunya akses jalan, sehingga memengaruhi kelancaran distribusi energi, termasuk LPG.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan Pertamina terus berupaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat di daerah terdampak bencana.
“Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Group bergerak bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan suplai energi tetap tersedia bagi masyarakat. Di tengah kondisi menantang, kami berupaya menjaga distribusi LPG berjalan seoptimal mungkin,” ujar Roberth.
Baca juga : Pertamina Pasok BBM Alat Berat Untuk Buka Akses Jalan Di Sumatera
Ia menambahkan, dari total 71 SPBE di wilayah terdampak, sebagian besar masih dapat beroperasi. Salah satu yang tetap beroperasi adalah SPPBE Gunungsitoli. Pada Sabtu (29/11), lebih dari 12 ribu tabung LPG 3 kilogram telah disalurkan ke wilayah Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, dan Nias Induk. Sehari sebelumnya, Jumat (28/11), distribusi mencapai 11.760 tabung.
Selain itu, sebanyak 556 Agen LPG di wilayah terdampak juga tetap melayani kebutuhan masyarakat, terdiri dari 39 agen di Aceh, 368 agen di Sumatera Utara, dan 149 agen di Sumatera Barat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam distribusi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga All Out Pulihkan Distribusi Energi di Sumatera
Menurutnya, sejumlah hambatan masih terjadi, seperti putusnya jalan nasional dan provinsi di titik-titik vital, longsor aktif yang menghalangi mobil tangki dan armada agen, banjir yang menutup jalur lintas timur dan barat, hingga jembatan yang mengalami penurunan struktur sehingga hanya dapat dilalui kendaraan kecil.
Fahrougi menegaskan bahwa Pertamina terus memperkuat langkah mitigasi agar suplai energi tetap terjaga. “Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemda, BPBD, dan instansi terkait untuk percepatan pembukaan akses. Pemantauan kami lakukan 24 jam melalui Satgas demi memastikan titik-titik kritis tetap terlayani,” ujarnya.
Pertamina juga mengupayakan percepatan mobilisasi armada, pengalihan suplai dari terminal-terminal yang aman, serta dukungan logistik lapangan guna memastikan kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi selama masa darurat.
Baca juga : Pertagas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh & Sumatera
Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau memperoleh informasi terkait pasokan dan distribusi LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui kanal resmi media sosial Pertamina.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui program-program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya