RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (2/12/2025) menguat 0,19 persen ke level Rp 16.631 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.675 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia tercatat melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,10 persen, won Korea Selatan melemah 0,32 persen, baht Thailand melemah 0,19 persen, dolar Singapura turun 0,01 persen, yuan China melemah 0,06 persen, dan rupee India terkoreksi 0,11 persen.
Baca juga : Rupiah Menguat Hadapi Dolar AS ke Level Rp 16.631
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat menguat tipis 0,02 persen ke level 99,37. Adapun rupiah turut menguat terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,33 persen ke level Rp 21.991, dan menguat 0,06 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 10.893.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS yang tengah tertekan oleh rilis data sektor manufaktur AS yang mengalami kontraksi lebih dalam dari perkiraan.
Baca juga : Grand Final Koki Muda Koepoe Koepoe Hadirkan 9 Tim Terbaik Nasional
“Namun penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat data ekonomi Indonesia yang melemah, termasuk moderasi inflasi dan angka perdagangan yang mengecewakan,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 16.600–Rp 16.700 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.