BREAKING NEWS
 

Dari Stok Pupuk yang Menggunung, Semangat Swasembada Pangan Makin Menguat

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 2 Desember 2025 17:32 WIB
Seorang petugas menggunakan forklift mengangkut pupuk subsidi di gudang Petrokimia Gresik. (Foto: Dok. Petrokimia Gresik)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di sebuah gudang besar di Gresik, Jawa Timur, tumpukan karung pupuk berjejer dan menjulang seperti bukit kecil. Aromanya yang khas menyerbak. Dari tumpukan ini, semangat menyukseskan swasembada pangan nasional semakin menguat.

Gudang ini milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. Selain di Gresik, ada empat gudang lain yang terletak di Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), Bandar Lampung (Lampung), dan Makassar (Sulawesi Selatan). Pada awal Oktober lalu, kondisinya sama, penuh dengan pupuk subsidi yang akan didistribusikan untuk petani.

Jumlah pupuk subsidi yang disediakan Petrokimia Gresik ini sangat banyak, 441.581 ton, untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Jumlah ini melebihi ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa stok jumbo itu sengaja disiapkan sebagai dorongan meningkatkan produktivitas pertanian. Daconi mengingat pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, September lalu. Indonesia mencatat sejarah baru: produksi beras dan cadangan pangan berada pada titik tertinggi, hingga mampu mulai mengekspor beras. Petrokimia Gresik menjadi salah satu garda di balik prestasi itu.

Baca juga : Petrokimia Gresik All Out Dukung Swasembada Pangan

Dari 441.581 ton stok bersubsidi, komposisi paling mencolok adalah NPK Phonska, yang sebanyak 377.887 ton. Sementara Urea tercatat 39.606 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan ZA 3.188 ton. Dari gudang pusat, pupuk ini kemudian di sebar ke Gudang-gudang tingkat kabupaten/kota.

Tabel stok pupuk subsidi yang disediakan Petrokimia Gresik. (Tabel dibuat dengan ChatGPT)

Daconi mendorong para petani mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi yang tersedia ini. “Stok yang kami siapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian maksimal,” imbuhnya, seperti keterangan resmi Petrokimia Gresik.

Dengan stok pupuk subsidi melimpah ini, Daconi berharap, hasil produksi petani juga melimpah ruah sehingga sukses mencapai swasembada pangan untuk berbagai komoditas.

Adsense

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah menyediakan pupuk bagi petani. Kami berharap musim tanam Okmar berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” tambah Daconi.

Baca juga : Perkembangan IKN Semakin Menguat

Tak berhenti di pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga menyiapkan pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton. Termasuk di dalamnya NPK Phonska 18.118 ton dan ZA 10.183 ton. Stok non-subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

Di balik upaya distribusi massal ini, perusahaan juga bergerak menyiapkan transformasi digital. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan kesiapan mendukung implementasi e-RDKK 2026. Dia menerangkan, digitalisasi akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

Sukses Tingkatkan Produksi

Di area pabrik, roda produksi terus berputar. Petrokimia Gresik sukses meningkatkan kapasitas produksi NPK bersubsidi lewat modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V. Teknologi baru bernama Flex-Phos membuat pabrik lebih fleksibel memproduksi NPK Chemical Reaction sekaligus pupuk fosfat seperti SP-36, SP-26, dan Phosgreen.

“Inovasi ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK yang terus meningkat dan memperkuat pertanian Indonesia,” ujar Daconi.

Baca juga : Banjir Pengunjung, Night at Ragunan Zoo Terus Berlanjut

Teknologi Flex-Phos menghilangkan potensi kerugian Rp 107,1 miliar per tahun dan menghasilkan keuntungan langsung Rp 175,86 miliar. Inovasi juga menciptakan value creation Rp 23,1 miliar dan penghematan biaya investasi Rp 28,2 miliar.

Hadir di Lahan Pertanian

Petrokimia Gresik tak hanya bekerja dari pabrik dan gudang. Perusahaan juga hadir di lahan petani melalui program Agrosolution 2025. Lebih dari 61 ribu petani—yang disebut “Pahlawan Pangan”—bermitra untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Petani adalah pahlawan yang menjaga kedaulatan bangsa melalui ketahanan pangan,” kata Daconi, dalam peringatan Hari Pahlawan. Program Agrosolution, yang berjalan sejak 2021, terbukti meningkatkan produktivitas: tebu naik 33 persen, padi 16 persen, jagung 21 persen.

Lewat Mobil Uji Tanah, budidaya presisi, pendampingan hama penyakit, hingga akses ke offtaker, Petrokimia Gresik menciptakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Pupuk nonsubsidi juga disiapkan untuk mendukung pemupukan berimbang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense