Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sediakan 441.581 Ton Pupuk Subsidi
Petrokimia Gresik All Out Dukung Swasembada Pangan
Minggu, 30 November 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, all out mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satu buktinya, perusahaan Solusi Agroindustri tersebut menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 441.581 ton di awal musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2025, melebihi ketentuan minimum Pemerintah.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, AS, menegaskan Indonesia telah mencatat sejarah baru pada 2025. Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada di titik tertinggi. Indonesia pun tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras.
Petrokimia Gresik menjadi salah satu garda dalam pencapaian ini. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.
Baca juga : Meski Sudah Dilarang Pemerintah, Thrifting Masih Ramai Dijual Di CFD Dan Kios
Stok pupuk itu didistribusikan sesuai tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, dan hanya diberikan kepada petani yang terdaftar.
Stok per 1 Oktober 2025, stok pupuk yang disediakan sebanyak 441.581 ton. Terdiri dari pupuk Urea 39.606 ton, NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan ZA 3.188 ton. Semua stok sudah tersebar di gudang tingkat kabupaten/kota dan siap ditebus petani.
“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi 2025 sebesar 9,55 juta ton. Stok yang kami siapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian maksimal,” kata Daconi, dalam keterangan resmi Petrokimia Gresik.
Baca juga : Mantan Direksi ASDP Bebas, KPK Pastikan Penyidikan Bos PT JN Tetap Berjalan
Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk non-subsidi sebanyak 32.619 ton untuk mendukung produktivitas pertanian. Stok ini terdiri dari Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA 10.183 ton.
Stok pupuk non-subsidi menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal ini karena pupuk bersubsidi hanya untuk petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dengan lahan maksimal 2 hektare, serta 10 komoditas tertentu seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu.
“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah menyediakan pupuk bagi petani. Kami berharap musim tanam Okmar berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” tambah Daconi.
Baca juga : Chelsea Vs Arsenal, Derby Penguasa London
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan perusahaan siap mendukung implementasi elektronik RDKK (e-RDKK) 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi intensif, koordinasi solid, dan semangat gotong royong. “Pupuk Indonesia Grup, termasuk Petrokimia Gresik, siap mendukung penuh,” ujar Adityo, saat sosialisasi penyaluran pupuk organik subsidi di Mataram, NTB, seperti keterangan resmi Petrokimia Gresik.
Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi, termasuk pupuk organik Petroganik, yang bermanfaat menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya