BREAKING NEWS
 

Danantara Fokus Perkuat Fondasi Keuangan dan Aset

Kajian Merger BUMN Karya Dilanjutkan Tahun Depan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 5 Desember 2025 06:35 WIB
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Instagram/danantara.indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana penggabungan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya memasuki fase pemantapan fondasi sebelum keputusan merger difinalkan. Danantara menegaskan bahwa konsolidasi tidak dilakukan pada 2025 karena diperlukan serangkaian penyesuaian penting, terutama terkait evaluasi nilai aset dan penataan struktur keuangan masing-masing perusahaan.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa setiap rencana konsolidasi harus melalui tahapan yang memastikan seluruh entitas berada dalam kondisi siap dan selaras dengan standar tata kelola yang berlaku. Karena itu, proses merger akan dilanjutkan pada tahun depan setelah seluruh kajian teknis mencapai titik yang memadai. 

“Kami carry forward ke tahun depan. Konsolidasi dilakukan secara bertahap agar hasilnya kokoh dan berkelanjutan,” kata Dony di Jakarta, Senin (1/12/2025). 

Baca juga : 131 Perusahaan Ikuti Transformasi Industri

Dony menekankan bahwa sejumlah penyesuaian memang harus ditempuh sebelum aksi korporasi sebesar merger dilaksanakan. Hal ini termasuk penyelarasan struktur keuangan, penyesuaian pencatatan aset sesuai ketentuan akuntansi, serta harmonisasi data yang dibutuhkan untuk menyusun skema konsolidasi terbaik. 

“Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh entitas memiliki pencatatan aset dan struktur keuangan yang selaras. Setelah itu, baru kami dapat menetapkan skenario merger yang paling optimal,” ujar Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN tersebut. 

Adsense

Dalam waktu dekat, emiten BUMN Karya juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyelaraskan anggaran dasar dengan ketentuan yang berlaku setelah berlakunya Undang-Undang Danantara. Tindakan ini bersifat administratif dan merupakan bagian dari proses penyesuaian kelembagaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh BUMN yang masuk dalam skema konsolidasi. 

Baca juga : Ormas Dan Akademisi Sambangi Kebon Sirih

Empat perusahaan terbuka yang akan melakukan penyesuaian tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Sementara itu, tiga perusahaan lain yang berada dalam kajian adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero). Terkait komposisi akhir perusahaan yang akan masuk tahap konsolidasi, Dony menyampaikan bahwa keputusan baru dapat diberikan setelah seluruh analisis teknis selesai. 

“Setiap opsi akan disampaikan pada waktunya setelah kajian yang komprehensif selesai. Prinsipnya, kami ingin memastikan struktur baru nanti benar-benar mendukung keberlanjutan industri konstruksi nasional,” ujar Dony. 

Terpisah, Associate Director BUMN Research Group FEB-UI, Toto Pranoto, menilai langkah konsolidasi BUMN Karya berpotensi memperkuat daya saing industri konstruksi Indonesia. Menurutnya, model holding dapat mengurangi duplikasi segmen pekerjaan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempermudah pengelolaan sumber pendanaan. 

Baca juga : KPK Cecar Anak Gubernur Kalbar Soal Aliran Dana

“Wacana pembentukan holding BUMN Karya sangat potensial untuk memperluas market dan meningkatkan efisiensi. Dengan adanya integrator, masing-masing perusahaan akan dapat fokus pada keunggulan intinya,” ujar Toto. 

Ia menambahkan, konsolidasi juga akan mendorong penataan ulang struktur keuangan perusahaan secara lebih terintegrasi, sehingga memberikan ruang bagi penguatan bisnis di masa mendatang. Dalam jangka panjang, menurutnya, model holding menjadi opsi strategis untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan daya saing industri konstruksi nasional. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense