RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun hingga akhir November 2025.
Capaian tersebut yang ditopang pertumbuhan penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang diterbitkan di website resmi BTN, laba bersih tercatat mencapai Rp 2,91 triliun, naik 21,10 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,40 triliun.
“Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN sebesar Rp 386,47 triliun atau naik 8,74 persen yoy, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 355,42 triliun,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).
Baca juga : Kinerja Solid, Laba CIMB Niaga Tumbuh 1,7 Persen Di September 2025
Dana Pihak Ketiga (DPK) seiring dengan upaya perseroan meningkatkan pendanaan terutama dana murah (current account and saving account/CASA).
Hingga akhir November 2025, DPK BTN meningkat 15,77 persen yoy menjadi Rp 423,96 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 366,22 triliun.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan serta DPK membuat aset BTN naik 12,16 persen yoy menjadi Rp 503,99 triliun hingga akhir November 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 449,36 triliun.
“Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp 500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun 2025,” ujarnya.
Baca juga : Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 455% per September 2025
Nixon mengatakan, BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir tahun 2025 seiring dengan penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta upaya peningkatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund).
“Pencapaian kinerja BTN hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa BTN mampu menjaga pertumbuhan positif yang tetap on track menuju akhir tahun sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Nixon, BTN masih akan terus mengoptimalisasi upaya untuk mencapai target akhir tahun dengan tetap diiringi kehati-hatian dan langkah yang cermat.
Memasuki akhir tahun, dirinya memastikan, BTN akan tetap fokus pada penyaluran kredit ke sektor perumahan. Terutama KPR subsidi dan non subsidi dalam rangka memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia, serta penyaluran kredit korporasi ke berbagai sektor di sekitar perumahan, termasuk sektor real estate, listrik, gas, air, dan perdagangan besar.
Baca juga : Konsisten Jaga Tata Kelola, Medela Sabet Certified Governance 2025
Selanjutnya, BTN bakal menerapkan strategi peningkatan pendanaan berbiaya murah terutama yang berasal dari nasabah ritel maupun institusi skala menengah, untuk mempercepat tren penurunan biaya dana di BTN.
“Peningkatan DPK ritel ditunjang adanya solusi digital berupa superapp Bale by BTN yang terus meningkat di sisi jumlah pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora untuk cash management korporasi dari berbagai sektor,” tutur Nixon.
Kemudian, menjelang akhir tahun ini, BTN juga hampir merampungkan proses pemindahan unit usaha syariah (UUS) ke bank umum syariah yang baru, PT Bank Syariah Nasional (BSN).
“Yakni dengan target Day One Operation atau beroperasi secara perdana pada 22 Desember 2025 sesuai timeline yang telah ditentukan,” pungkas Nixon.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.