Dark/Light Mode

Laba Bersih BSI Melesat 9,04 Persen Capai Rp 5,57 Triliun Di Triwulan III-2025

Rabu, 29 Oktober 2025 17:19 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. (Tangkapan layar. Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. (Tangkapan layar. Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang triwulan III-2025, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraih pertumbuhan laba bersih hingga 9,04 persen mencapai Rp 5,57 triliun. Bisnis emas dan haji, menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis BSI.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, rata-rata Indikator kinerja keuangan BSI tumbuh double digit dan di atas industri disertai kualitas yang sehat.

“Kinerja solid BSI di periode triwulan III tahun 2025, tidak lepas dari dukungan kuat Pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi dan program stimulusnya,” ucapnya dalam paparan kinerja triwulan III-2025 secara virtual, Rabu (29/10/2025).

Dari sisi pembiayaan naik 12,65 persen sebesar Rp 300,85 triliun. Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen ritel UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan Konsumer, termasuk emas sebesar Rp 217,86 triliun dengan komposisi sebesar 72,42 persen disusul segmen Wholesale sebesar Rp 82,89 triliun sebesar 27,58 persen.

Baca juga : BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun Hingga September 2025

Anggoro mengatakan, dukungan Pemerintahan Prabowo Subianto turut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui pendirian Bank Emas pada 26 Februari 2025.

“Program tersebut memperkuat peran BSI dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain itu, penurunan BI Rate dan penempatan dana SAL pada periode ini juga cukup membuat likuiditas perbankan lebih kondusif.

Penempatan dana SAL sebesar Rp 10 triliun yang sudah terserap habis. Dana ini mampu mendorong posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) per Triwulan III mencapai Rp 348,38 triliun, naik 15,66 persen yoy.

Baca juga : Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit Tembus Rp 2,3 Triliun

Dana Pihak Ketiga saat ini berada di kategori dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yaitu sebesar 59,42 persen. Komposisi DPK BSI terdiri atas Tabungan sebesar 41,95 persen dengan outstanding Rp 146,36 triliun, giro (17,41 persen) dengan outstanding Rp 60,64 triliun, dan Deposito (40,58 persen) outstanding Rp 141,38 triliun.

“Peningkatan dana, mendorong aset BSI tumbuh 12,37 persen menjadi Rp 416 triliun,” ungkapnya.

Anggoro mengatakan, tahun 2025 BSI fokus terus menumbuhkan dana murah khususnya Tabungan dari unique sharia proposition yakni Tabungan haji dan Tabungan bisnis dengan pertumbuhan masing-masing 19 persen dan 55 persen.

Anggoro menambahkan, BSI sebagai leader bank syariah akan mengambil peran untuk berkontribusi menyejahterakan masyarakat.

Baca juga : Jumlah Uang Beredar Naik 8 Persen, Tembus Rp 9.771 T Di September 2025

Sejalan dengan harapan bahwa ekonomi syariah mampu menjadi arus baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, BSI juga mendukung program Asta Cita Pemerintah. BSI aktif mendukung hilirisasi dan monetisasi emas melalui layanan bulion yang saat ini mencapai 1,7 ton.

Pembiayaan KUR Syariah dengan Outstanding sebesar Rp 25 triliun yang menjangkau 308.310 nasabah, penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi (KPR FLPP) untuk mendukung 3 juta rumah dengan realisasi 22 ribu unit dengan OS Rp 3,3 triliun. Serta, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui optimalisasi pembiayaan di Aceh, program makan bergizi gratis (MBG), ekonomi hijau dan kontribusi zakat untuk kemaslahatan umat.

“Sejak merger hingga September 2025, BSI mampu menghimpun zakat perusahaan sebesar Rp 849 miliar,” katanya.

BSI melalui BSI Maslahat telah menyalurkan program pemberdayaan umat melalui optimalisasi ZISWAF di berbagai bidang. Di antaranya, bidang sosial dengan total penerima manfaat 226 ribu orang, dakwah sebanyak 34 ribu penerima manfaat, pendidikan 13 ribu penerima manfaat, dan penerima manfaat di bidang kesehatan dan ekonomi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.