Dark/Light Mode

Kinerja Solid, BRI Kantongi Laba Rp 41,2 Triliun Di Triwulan III-2025

Kamis, 30 Oktober 2025 12:36 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (tengah) saat paparan kinerja keuangan BRI Triwulan III-2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10/2025). (Foto; Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (tengah) saat paparan kinerja keuangan BRI Triwulan III-2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10/2025). (Foto; Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan, dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp 41,2 triliun hingga triwulan III-2025.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, capaian positif BRI turut ditopang oleh kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil di sepanjang 2025.

“Kemampuan BRI yang membukukan laba dengan indikator kinerja kunci yang sehat, serta mencatatkan pertumbuhan positif pada asset, kredit dan dana pihak ketiga,” ucapnya dalam paparan kinerja keuangan BRI Triwulan III-2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Dia mengatakan, capaian positif ini menjadi landasan bagi BRI untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong dan mengakselerasi perekonomian nasional.

“Terutama melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah dan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif terutama UMKM,” ujar Hery.

BRI terus konsisten memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.

Baca juga : Realisasi Investasi di Banten Hingga Triwulan III-2025 Capai Rp 91,5 T

BRI telah menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp 130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur (setara 74,4 persen dari total alokasi Rp 175 triliun) pada periode Januari-September 2025.

Hery menambahkan, dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga Triwulan III 2025 pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, dengan fokus strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang berhasil mendorong efisiensi biaya dana dan menopang fundamental bisnis perseroan.

Tercatat, total aset BRI tumbuh 8,2 persen yoy, menjadi Rp 2.123,4 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp 1.474,8 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3 persen yoy menjadi Rp 1.438,1 triliun. Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan.

“BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp 41,2 triliun hingga akhir triwulan III tahun 2025,” katanya.

Kinerja keuangan yang solid tersebut juga tercermin dari aspek permodalan dan likuiditas.

Baca juga : Laba Bersih BSI Melesat 9,04 Persen Capai Rp 5,57 Triliun Di Triwulan III-2025

Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan, BRI memiliki permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI ada di 25,4 persen, di atas ketentuan minimum regulator.

“Kondisi ini menunjukkan kemampuan BRI menyerap risiko sekaligus menyediakan ruang untuk ekspansi bisnis sehat dan berkelanjutan,” ujar Viviana.

Selain itu, dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 86,5 persen.

Menurutnya, angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Kondisi likuiditas yang memadai tersebut juga didukung oleh perbaikan struktur pendanaan BRI yang tercermin dari rasio dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 67,6 persen.

“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal,” katanya.

Baca juga : BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun Hingga September 2025

Dari sisi manajemen risiko, BRI terus menjaga kualitas aset dan disiplin prudential banking.

Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menjelaskan, rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI berada di level 3,08 persen, dengan NPL Coverage Ratio mencapai 183,1 persen.

“Angka ini menunjukkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, sekaligus memberikan keyakinan kepada investor dan regulator.

Selanjutnya, pertumbuhan dana pihak ketiga BRI secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp 1.474,8 triliun.

Secara kualitas, komposisi dana juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6 persen dari total DPK. Pertumbuhan CASA mencapai 14,1 persen yoy, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 24,5 persen yoy dan tabungan tumbuh 7,2 persen yoy. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.