BREAKING NEWS
 

Grab Dan OVO Gaet Kementerian UMKM Dongkrak Ratusan Ribu UMKM Go Digital

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 19 Desember 2025 18:10 WIB
Puncak acara Program Kota Masa Depan di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (19/12/2025). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 200 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota-kota kecil telah go digital melalui program Kota Masa Depan yang diinisiasi Grab Indonesia dan OVO bekerja sama dengan Kementerian UMKM.

Melalui GrabMart Pasar, lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional juga sudah terdigitalisasi.

Tak hanya itu, akses pembiayaan juga telah disalurkan senilai lebih dari Rp 6 triliun kepada lebih dari 445 ribu UMKM dan Mitra Pengemudi melalui GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha sejak 2021.

Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan, Grab Indonesia dan OVO berkomitmen untuk terus menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM di berbagai daerah melalui percepatan inklusi digital dan keuangan.

“Melalui Kota Masa Depan, Grab mendukung upaya pemerintah yang telah membina 57 juta1 UMKM agar dapat naik kelas dan berdaya saing,” katanya dalam puncak acara Program Kota Masa Depan di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (19/12/2025).

Neneng mengatakan, Kudus memiliki potensi UMKM yang kuat, khususnya di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan tangan, dan pengolahan.

Baca juga : BNI Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Melalui Program Kota Masa Depan, ratusan pelaku UMKM lokal mengikuti rangkaian pendampingan dan penguatan kapasitas usaha.

“Para UMKM yang mengikuti program ini berhak mengikuti sesi pelatihan digital secara daring, untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha di ekosistem digital,” ungkapnya.

Selain itu, program Kota Masa Depan juga menghadirkan pengenalan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM.

Menurut Neneng, inisiatif ini sejalan dengan komitmen Grab dalam memperluas adopsi teknologi AI yang relevan dan aplikatif bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Adsense

Sebelumnya, Grab telah memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan di 13 kota dengan dukungan teknologi berbasis AI melalui Serabi (Sekumpulan Perempuan Bisa), komunitas pengusaha UMKM perempuan yang menjadi Mitra Merchant Grab.

“Di Kudus, kami melihat potensi yang kuat, baik dari sektor industri padat karya maupun kuliner lokal,” ungkapnya.

Baca juga : Kementerian UMKM Hadirkan Layanan Pelindungan & Pemulihan Ekonomi UMKM Di Sumut

Dia mengatakan, dengan dukungan teknologi, pelatihan, serta koneksi ke ekosistem Grab, pihaknya percaya UMKM Kudus dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, sambung Neneng, program Kota Masa Depan, para UMKM ini memperoleh beragam bentuk pendampingan. Mulai dari pengurusan sertifikasi halal, pelatihan digital secara online, hingga sesi peningkatan kapasitas dan berbagi praktik terbaik yang dilakukan secara tatap muka.

“Inisiatif ini diharapkan dapat membantu UMKM di Kudus meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, menurut Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, saat ini, sebanyak 25 juta mitra UMKM di Indonesia telah bergabung dalam ekosistem digital.

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kesiapan mitra UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing usaha.

“Sekitar 70 persen ekonomi digital Indonesia saat ini ditopang oleh sektor e-commerce, yang menunjukkan besarnya peluang bagi pelaku usaha untuk terhubung dengan pasar digital,”ujar Temmy. 

Baca juga : Optimalisasi Kebutuhan Global, Kementerian P2MI Siapkan Pekerja Migran Terampil

Temmy mengatakan, melalui kolaborasi program Kota Masa Depan yang dijalankan oleh Grab dan OVO, upaya digitalisasi ini diperluas hingga ke daerah agar dapat menjangkau lebih banyak UMKM dan mitra pengemudi ojek online yang juga dikategorikan sebagai usaha mikro.

“Sehingga, semakin banyak pelaku ekonomi lokal yang dapat meningkatkan daya saing dan berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujarnya. 

Sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 juta peluang kerja, sekaligus melahirkan generasi wirausaha baru.

Satu dari lima Mitra Merchant merupakan Generasi Z yang memulai bisnis pertamanya melalui platform Grab.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense