BREAKING NEWS
 

OJK Berencana Hapus KBMI 1

Untuk Naik Kelas, Bank Kecil Butuh Suntik Modal

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 22 Desember 2025 06:25 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
“Semua aturan OJK, Bank Aladin Syariah pasti akan mentaatinya. Rencananya kami memang akan menuju KBMI 2,” kata Koko kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/12/2025). 

Rencananya, perusahaan akan menambah modal lewat private placement untuk mendapatkan suntikan modal dari investor baru. 

Senada, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) konsisten sebagai bank digital yang mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di sepanjang 2025. 

Baca juga : Puluhan Jalan Dan 19 Jembatan Sudah Bisa Difungsikan

Per Oktober 2025, total aset BNC mencapai Rp 18,49 triliun, naik 0,34 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp 18,43 triliun, dan tumbuh 3,01 persen secara tahunan dari Oktober 2024 dengan Rp 17,95 triliun. 

“Modal inti juga menguat menjadi Rp 4,00 triliun, meningkat 1,52 persen dibandingkan September 2025 sebesar Rp 3,94 triliun, dan naik signifikan 20,06 persen secara year on year (yoy) dari Rp 3,33 triliun dari Oktober 2024,” jelas Direktur Utama BNC Eri Budiono dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (21/12/2025). 

Adsense

Hingga Oktober 2025, BNC mencatat total laba senilai Rp 517,20 miliar, melonjak 73 kali dibandingkan laba pada Oktober 2024 sebesar Rp 6,95 miliar. 

Baca juga : Bersyukur, Indonesia Runner Up SEA Games

Dia mengatakan, kinerja positif hingga Oktober 2025 hasil dari pengendalian risiko yang disiplin, pengelolaan operasional yang makin baik, serta inovasi layanan yang terus diperluas. 

“Pencapaian ini menegaskan, transformasi digital BNC telah memasuki fase yang mencerminkan fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan, untuk pertumbuhan bisnis perseroan, termasuk upaya untuk menambah modal,” tuturnya. 

Sedangkan, Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga (CIMB Niaga) Pandji P Djajanegara mengungkapkan, dalam proses spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada Mei mendatang, pihaknya juga membuka opsi untuk melakukan merger atau konsolidasi dengan bank syariah/konvensional lainnya. 

Baca juga : Penjual Seblak, Ojol, Dkk Kini Mudah Punya Rumah

“Apakah ada rencana merger? Rencana partnership ada nggak sih? Saya bilang ada. Yang mau (konsolidasi) sama kami banyak. Bukan cuma satu atau dua, tapi banyak,” ungkap Pandji saat ditemui Rakyat Merdeka, Jumat (12/12/2025). 

Namun, kata Pandji, seluruh opsi kemitraan tersebut masih dalam tahap kajian. Dia menilai, beberapa syarat untuk bisa konsolidasi harus mempertimbangkan kesesuaian visi, model bisnis, hingga risk acceptance para calon mitra sebelum melangkah lebih jauh. 

Dikatakan Pandji, pihaknya tidak ingin penjajakan strategic partnership justru mengganggu proses spin-off yang ditargetkan rampung 2026. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense