BREAKING NEWS
 

PLN EPI Gandeng Greenery Korea Perkuat Bioenergi dan Rantai Pasok Biomassa

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 3 Januari 2026 06:51 WIB
PLN EPI memperkuat langkah transisi energi nasional melalui kolaborasi internasional di sektor bioenergi dan biomassa. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang berlangsung di Jakarta. (Foto: PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat transisi energi nasional melalui kolaborasi internasional di sektor bioenergi dan biomassa.

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), penguatan rantai pasok biomassa berkelanjutan, serta pengembangan riset karbon rendah guna mendukung target penurunan emisi dan Net Zero Emissions 2060.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang berlangsung di Jakarta.

Melalui kesepakatan ini, kedua pihak membangun kerangka kerja sama pengembangan biomassa, riset teknis, peningkatan kualitas bahan bakar, hingga eksplorasi peluang mekanisme karbon lintas negara.

Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan, biomassa memiliki peran strategis sebagai solusi transisi energi karena dapat langsung diimplementasikan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit eksisting.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kepastian pasokan dan tata kelola yang kuat.

Baca juga : PIS-PAL Tandatangani MoU, Perkuat Armada dan Industri Maritim Nasional

“Bioenergi, khususnya biomassa, bukan sekadar bahan bakar pengganti, tetapi bagian dari strategi besar transisi energi. Karena itu, pasokan harus berkelanjutan, bernilai tambah, dan dikelola dengan tata kelola yang kuat,” ujar Hokkop dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2025).

Ia menambahkan, kerja sama dengan Greenery membuka ruang percepatan transfer teknologi dan pengembangan produk biomassa bernilai ekonomi.

Residu pertanian dan produk antara, menurut dia, tidak semestinya diperlakukan sebagai limbah semata.

“Produk seperti biomassa dan turunannya harus dikapitalisasi menjadi produk bernilai tambah, tidak hanya untuk energi, tetapi juga untuk pangan dan industri bioenergi. Ini sejalan dengan kebutuhan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Hokkop.

Adsense

Dari sisi riset, Leader of Research Group for Industrial Sustainability & Product Optimization Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dudi Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi agar riset karbon rendah dapat diimplementasikan di lapangan.

“Sebagai organisasi riset, tugas utama kami adalah menghasilkan inovasi yang bisa diimplementasikan. Tanpa kolaborasi dengan PLN EPI, mitra internasional, dan universitas, riset tidak akan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Baca juga : Tekan Emisi, PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Perkuat Bioenergi

Dudi menjelaskan, kolaborasi tersebut mencakup pengembangan teknologi karbon rendah, kajian ekonomi karbon, serta sistem pengukuran emisi yang terukur untuk mendukung kebijakan pemerintah.

“Riset ini diharapkan membantu pemerintah memahami strategi pengurangan emisi yang terukur, sekaligus membuka peluang nilai tambah ekonomi dari pengelolaan karbon,” katanya.

Sementara itu, Company Representative of Greenery Inc. Seijin Kim menyatakan, proyek pengembangan bioenergi di Indonesia menjadi proyek pertama Greenery di Tanah Air, di tengah portofolio proyek serupa di sejumlah negara lain.

“Indonesia memiliki momentum yang sangat tepat untuk menjadi model kolaborasi bioenergi dan transisi energi. Proyek ini tidak hanya soal energi, tetapi juga kesehatan, pembangunan komunitas, dan pencapaian target iklim global,” ujar Kim.

Ia menambahkan, penelitian awal ditargetkan rampung pada awal Januari 2026 dan dilanjutkan dengan riset utama seiring kesiapan teknologi dan sistem pendukung.

“Kami melihat Indonesia sudah siap, dan kami optimistis kolaborasi ini dapat menjadi model kerja sama Indonesia–Korea di sektor bioenergi,” kata Kim.

Baca juga : Pdt Jimmy: Natal Nasional Perkuat Moderasi dan Persatuan Bangsa

Chairman of PT Internasional Digital Sustainability Consulting Prof. Laode M. Kamaluddin menilai integrasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dari model kerja sama ini.

“Pendekatan ini menggabungkan sektor energi, industri, dan pembangunan wilayah. Dengan skala dan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menjadi salah satu model pengembangan bioenergi dan ekonomi karbon di tingkat global,” ujarnya.

Melalui Nota Kesepahaman ini, PLN EPI dan Greenery sepakat mendorong pengembangan biomassa dan residu pertanian, riset teknis bersama, penguatan rantai pasok berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pencapaian target cofiring PLN sekaligus memberikan manfaat lingkungan serta sosial ekonomi secara terukur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense