Dark/Light Mode

PLN EPI Gandeng Panah Perak Megasarana Kembangkan Biomassa Nasional

Minggu, 21 Desember 2025 05:50 WIB
PLN Energi Primer Indonesia  menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Panah Perak Megasarana untuk memperkuat pengembangan ekosistem biomassa nasional. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung transisi energi serta pencapaian target Net Zero Emissions melalui pengembangan dan pengelolaan biomassa yang berkelanjutan. (Foto: PLN EPI)
PLN Energi Primer Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Panah Perak Megasarana untuk memperkuat pengembangan ekosistem biomassa nasional. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung transisi energi serta pencapaian target Net Zero Emissions melalui pengembangan dan pengelolaan biomassa yang berkelanjutan. (Foto: PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pengembangan ekosistem biomassa nasional dengan menggandeng PT Panah Perak Megasarana (PPM).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan dan pengelolaan biomassa guna mendukung transisi energi serta pencapaian target Net Zero Emissions.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, pemanfaatan biomassa untuk cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak pertama kali diterapkan pada 2020.

Pada 2025, PLN EPI menargetkan penggunaan biomassa mencapai 3 juta ton, hampir dua kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya.

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, baik dari limbah pertanian, perkebunan, maupun kehutanan.

Salah satu potensi utama berasal dari limbah produk turunan kelapa sawit, baik dalam bentuk padat seperti cangkang sawit dan tandan kosong, maupun bahan cair berupa palm oil mill effluent (POME) yang dapat dimanfaatkan sebagai produk bioenergi berbasis energi terbarukan untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Baca juga : Pengamat Optimis, Koperasi Bisa Topang Ekonomi Nasional

“Tantangannya terletak pada integrasi rantai pasok dan kepastian legalitas sumber bahan baku. Karena itu, kerja sama dengan mitra yang memiliki pendekatan berkelanjutan menjadi penting,” ujar Hokkop dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana Agussalim Igarashi menyampaikan, saat ini perusahaan telah mengoperasikan pabrik pelet biomassa di Bekasi, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 7 ton per jam.

Perusahaan akan melakukan ekspansi pada awal 2026 dengan penambahan dua lini produksi masing-masing berkapasitas 3,5 ton per jam.

Dengan ekspansi tersebut, pabrik pelet biomassa di Bekasi akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 14 ton per jam atau sekitar 7.800 ton per bulan.

Selain itu, Panah Perak Megasarana juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik pelet biomassa kedua di Palembang, Sumatera Selatan, dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 26 ton per jam atau setara 15.900 ton per bulan.

Baca juga : DPR Sambut Positif Gagasan Presiden Kembangkan EBT

“Mesin utama sudah tiba di Palembang dan dalam satu hingga dua hari ke depan akan mulai diinstalasi. Ini menjadi basis produksi awal kami untuk mendukung kebutuhan biomassa domestik,” kata Agussalim.

Selain Palembang, perusahaan juga menyiapkan pengembangan pabrik serupa di Aceh, tepatnya di wilayah Nagan Raya, yang ditargetkan mulai groundbreaking pada awal 2026. Lokasi pabrik direncanakan berdekatan dengan kawasan pembangkit listrik.

Menurut Agussalim, pengembangan tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek tata ruang, kepatuhan terhadap regulasi, serta prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Di luar produk pelet biomassa, Panah Perak Megasarana juga mengembangkan produk biocoal berbasis batu bara peringkat rendah (low rank coal) yang dipadukan dengan biomassa.

Dari hasil uji coba, produk tersebut mampu mencapai nilai kalor hingga 6.667 kilokalori per kilogram (kkal/kg) dan ditargetkan meningkat menjadi 7.500 kkal/kg melalui pengembangan teknologi nano aditif lanjutan.

“Yang menjadi keunggulan adalah kandungan sulfur yang sangat rendah, sehingga berpotensi digunakan untuk industri baja dan sektor lain yang membutuhkan bahan bakar dengan emisi lebih bersih,” ujarnya.

Baca juga : Pesut Etam Panaskan Mesin, Targetkan Kebangkitan Lawan Persebaya

Agussalim menambahkan, sejak awal komunikasi dengan PLN EPI, pihaknya memiliki visi yang sama untuk mendorong percepatan transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi hijau serta penguatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PLN EPI, dalam penyediaan produk biomassa yang efisien dan bernilai ekonomis.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Panah Perak Megasarana akan bersinergi dalam berbagai aspek, mulai dari kajian potensi daerah, pengembangan teknologi, pengelolaan bahan baku biomassa, hingga penilaian risiko serta mitigasi sosial dan lingkungan.

PLN EPI menilai kolaborasi lintas pelaku industri menjadi kunci untuk memastikan pasokan biomassa yang berkelanjutan sekaligus mendukung bauran energi nasional ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.