BREAKING NEWS
 

Diproyeksi Naik Hingga Rp 3 Juta Per Gram

Geopolitik Global Tegang, Harga Emas Kian Berkilau

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 10 Januari 2026 06:30 WIB
Harga emas terus merangkak naik. (Foto: M Qori Haliana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan geopolitik global memicu harga emas kian berkilau alias terus mengalami kenaikan. Harga komoditas ini diproyeksi masih akan terus merangkak naik. Karena, aset tersebut berpotensi masih menjadi pilihan utama investasi para investor global di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pada Jumat (9/1/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.570.000 menjadi Rp 2.577.000 per gram. Sementara secara global, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,43 persen atau 19,21 poin ke level 4.458,44 per troy ounce. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, kenaikan harga emas dunia dan logam mulia akan terus berlangsung selama pekan pertama Januari 2026. 

“Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya sejumlah ketegangan geopolitik global yang terjadi di awal tahun,” kata Ibrahim kepada Rakyat Merdeka kemarin. 

Baca juga : Taman Bendera Pusaka Sediakan Jogging Track

Pertama, sambung Ibrahim, adanya eskalasi konflik internasional yang dibarengi dengan dinamika politik di AS yang masih berpotensi memicu lonjakan harga atau gap-up

Langkah sepihak Presiden AS Donald Trump melakukan penyerangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, dilakukan tanpa persetujuan Kongres. 

“Langkah Trump diprediksi akan memicu mosi tidak percaya dari Partai Demokrat dan meningkatkan tensi politik domestik di AS,” ujarnya. 

Kedua, serangan Ukraina ke kediaman resmi Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini akan memicu serangan balasan besar-besaran Rusia ke Ukraina. 

Baca juga : El Clasico Di Final Piala Super Spanyol

Selain itu, ketegangan politik tengah terjadi Iran akibat intervensi Negeri Paman Sam terhadap demonstrasi besar-besaran. Hal ini juga memperkeruh situasi global. 

“Kondisi geopolitik global benar-benar membuat harga emas kemungkinan besar akan kembali melakukan kenaikan yang cukup signifikan,” katanya. 

Ibrahim menjabarkan, terdapat dua skenario utama pergerakan harga emas untuk sepekan ke depan. 

Pertama skenario koreksi, jika harga emas dunia turun ke level 4.258 dolar AS, maka harga logam mulia domestik diperkirakan ikut melemah ke kisaran Rp 2,45 juta per gram. 

Baca juga : Lolos Semifinal Malaysia Open, Jonatan Christie Jaga Asa Di Tunggal Putra

Kedua, skenario kenaikan. Skenario ini lebih dominan. Dirinya memprediksi harga emas dunia berpotensi melonjak hingga 4.426 dolar AS. Hal ini akan mendorong harga logam mulia naik ke level Rp 2,51 juta per gram. 

“Harga emas selama sepekan ini diproyeksi akan berada di level 4.505 dolar AS per troy ounce,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense