Dark/Light Mode

Ekonomi, Pendidikan Dan Kesehatan Sudah Jalan

11 Daerah Terdampak Bencana Normal Lagi

Jumat, 9 Januari 2026 07:40 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perlahan tapi pasti, denyut kehidupan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak bencana, berangsur pulih. Dari 18 wilayah terdampak, 11 daerah mulai normal lagi. Aktivitas ekonomi bergerak, pendidikan beroperasi, dan ke sehatan sudah berjalan. 

Kepastian itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai rapat koordinasi bersama Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon di command center Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/1/ 2026). Tito mengungkapkan, 11 dari 18 kabupaten/kota terdampak telah kembali memasuki fase normal setelah memenuhi sejumlah indikator utama pascabencana. 

“Ada 11 indikator yang menunjukkan daerah tersebut sudah pulih dan mampu menjalankan aktivitas pemerintahan serta pelayanan publik secara normal,” kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemendagri. 

Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito menyampaikan indikator menunjukkan pemulihan signifikan. Mulai dari sisi layanan publik, infrastruktur dasar, hingga aktivitas sosial masyarakat. 

Baca juga : Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Bersejarah Indonesia Di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

Ia kemudian merinci indikator pemulihan tersebut, mulai dari berfungsinya kembali pemerintahan daerah, pemulihan akses jalan nasional, hingga normalnya berbagai layanan publik di daerah. 

“Rumah sakit umum daerah kembali beroperasi, dan kegiatan pendidikan juga sudah berjalan,” jelas Tito. 

Menurutnya, pemulihan itu menunjukkan kesiapan daerah untuk kembali menjalankan fungsi administrasi dan pelayanan publik yang sebelumnya lumpuh akibat bencana. 

Selain layanan pemerintahan dan akses dasar, Tito menegaskan bahwa kebangkitan aktivitas ekonomi warga menjadi komponen vital pemulihan. 

Baca juga : Kedaulatan Pangan Terwujud

Pasar-pasar tradisional, kata Tito, sudah dibuka kembali, distribusi barang mulai lancar, dan pelaku usaha kecil yang sempat berhenti total akibat rusaknya jaringan distribusi sudah mulai beroperasi kembali. “Aktivitas ekonomi yang mulai berjalan menunjukkan kehidupan sosial dan roda pemerintahan di daerah tersebut telah berangsur pulih,” tambahnya. 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana akan terus memantau perkembangan ini. Pemerintah akan terus memastikan seluruh wilayah terdampak kembali normal sepenuhnya. 

Diketahui, sejak bencana besar melanda pada akhir tahun lalu, pemerintah pusat yang dibantu berbagai pihak langsung turun tangan. Bukan hanya memberikan bantuan pangan, Pemerintah bergerak cepat melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dasar. Akses jalan nasional, jembatan, dan jaringan listrik yang rusak diperbaiki untuk memastikan konektivitas antarkabupaten kembali normal. 

Sebagian besar jalan nasional yang ambruk kini telah pulih, menyisakan satu ruas yang masih dalam perbaikan. Yakni Jalan Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara. 

Baca juga : Banten Catat Lonjakan Produksi Padi, Andra Soni: Ini Buah Kebijakan Presiden

“Menurut Menteri PU tinggal satu saja yang akan dikerjakan beliau dan sedang dikerjakan,” sebut Tito. 

Di sektor kesehatan, pemulihan dilakukan lebih intensif karena sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan mengalami kerusakan berat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan dari 87 rumah sakit yang terdampak, sebagian besar sudah beroperasi kembali dalam waktu seminggu pascabencana, meski beberapa di antaranya masih berhenti total karena kerusakan parah. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.