Sebelumnya
Menurut Ibrahim, kebijakan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang kembali menggelontorkan stimulus sebesar 40 miliar dolar AS per bulan untuk program pembelian kembali obligasi, turut menjadi faktor pendukung penguatan harga emas.
“Selain faktor geopolitik, kami mencermati mulai pulihnya ekonomi China pasca krisis sektor properti,” ujarnya.
Pemulihan tersebut ditopang oleh data infrastruktur akhir 2025 yang dinilai cukup solid.
Baca juga : Taman Bendera Pusaka Sediakan Jogging Track
Meski demikian, Ibrahim menegaskan, sentimen perang dan ketidakpastian global masih akan menjadi faktor dominan di pasar keuangan.
Ketegangan internasional pasca-penangkapan Presiden Maduro bisa dipastikan memicu kecaman luas dari Rusia hingga negara-negara Eropa.
“Sehingga aset aman (safe haven) seperti emas diprediksi akan menjadi incaran utama investor global,” katanya.
Baca juga : El Clasico Di Final Piala Super Spanyol
Terpisah, Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra menilai, tren penguatan harga emas masih berpotensi tahun ini, terutama dari potensi pelonggaran moneter lanjutan di AS.
“Kebijakan itu akan mendorong pelemahan dolar AS, sehingga harga emas dalam dolar menjadi menguat,” ujar Ariston dalam riset hariannya, Rabu (7/1/2026).
Selain faktor kebijakan moneter, Ariston menyoroti tren pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia, yang diperkirakan berlanjut sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa. Apalagi ketegangan geopolitik dinilai masih berpotensi meningkat kembali.
Baca juga : Lolos Semifinal Malaysia Open, Jonatan Christie Jaga Asa Di Tunggal Putra
“Iklim geopolitik yang masih memanas di awal 2026 ikut memberikan dampak,” katanya.
Ariston melihat, ruang kenaikan harga emas masih terbuka. Untuk itu, masih ada ruang kenaikan harga emas ke arah 5 ribu-6 ribu dolar AS per troy ounce.
Sementara untuk pasar domestik, dia menilai, pelemahan nilai tukar rupiah turut mendorong harga emas dalam negeri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.