BREAKING NEWS
 

Fasilitas RFCC Complex Jadi Jantung Modernisasi RDMP Balikpapan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 12 Januari 2026 09:45 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi elemen kunci dalam Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sekaligus menandai lompatan besar modernisasi kilang Pertamina menuju standar kilang kelas dunia yang efisien, bernilai tambah tinggi, dan ramah lingkungan.

Sebagai unit pengolahan utama, RFCC Complex dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi. Kehadiran fasilitas ini membuat Kilang Balikpapan mampu memproduksi bahan bakar berkualitas setara standar Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain menghasilkan bensin dan solar berkualitas tinggi, Kilang Balikpapan juga mampu memproduksi produk petrokimia seperti propylene serta sulfur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan RFCC Complex menjadi tulang punggung operasional Kilang Balikpapan dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Baca juga : Prabowo Gelar Ratas Di Hambalang, Bahas Peresmian RDMP Balikpapan Senin Besok

“Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm. Selain itu, kilang ini juga akan mampu menghasilkan produk petrokimia,” kata Baron.

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan lompatan besar dalam kualitas bahan bakar minyak nasional. Kapasitas Kilang Balikpapan pun meningkat hingga 360 ribu barel per hari, sekaligus mendukung program hilirisasi industri energi.

Adsense

Baron menambahkan Proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia. Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi BBM, tetapi juga menambah produksi LPG serta menghasilkan produk petrokimia yang sebelumnya belum dapat diproduksi.

“Penambahan produksi LPG dari Kilang Balikpapan diperkirakan mencapai 336 ribu ton per tahun. Hal ini akan memperkuat pasokan LPG domestik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya.

Baca juga : Milad ke-9, Dallas Tour Optimis Hadapi Tantangan Masa Depan

Selain meningkatkan diversifikasi produk, RFCC Complex juga memungkinkan pengolahan minyak residu yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti nafta dan propylene. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi kilang sekaligus memperluas kontribusi Kilang Balikpapan dalam rantai industri energi dan petrokimia nasional.

Dari sisi kinerja, kompleksitas Kilang Balikpapan meningkat signifikan, tercermin dari Nelson Complexity Index (NCI) yang naik dari 3,7 menjadi 8,0. Semakin tinggi nilai NCI menunjukkan tingkat kompleksitas kilang yang lebih baik dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Sementara itu, Yield Valuable Product (YVP) atau imbal hasil produk bernilai meningkat dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen atau naik sekitar 16 persen, yang menegaskan peningkatan efisiensi dan daya saing kilang.

“RFCC Complex menjadi simbol kesiapan Pertamina menyongsong era baru pengolahan kilang modern serta wujud dukungan terhadap swasembada energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Pemerintah,” kata Baron.

Baca juga : Ketua Komisi XI: Perbaikan Coretax Momentum Penting Modernisasi Pajak Nasional

Pertamina juga menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pemimpin transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan pelestarian lingkungan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense