BREAKING NEWS
 

Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Indonesia-Inggris Teken Kerja Sama EGP Di London

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Kamis, 22 Januari 2026 22:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Secretary of State for Business and Trade (DBT) Kerajaan Inggris The Rt Hon Peter Kyle MP menandatangani Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP) di London, Senin (19/01). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat kemitraan strategis dengan Inggris. Di sela-sela kunjungan kerja mendampingi Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto resmi menandatangani kesepakatan Economic Growth Partnership (EGP) bersama Pemerintah Kerajaan Inggris di London, Senin (19/01/2026).

Langkah besar ini diambil untuk memperdalam hubungan ekonomi bilateral kedua negara, sekaligus menjadi pilar utama dari Accord for a New Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership. Penandatanganan dilakukan Menko Airlangga bersama Secretary of State for Business and Trade Inggris, The Rt Hon Peter Kyle MP.

Baca juga : Prabowo Kantongi Komitmen Inggris Pulihkan 57 Taman Nasional

Menko Airlangga menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan fondasi vital untuk mendorong arus perdagangan, investasi, hingga inovasi. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah mematok target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang membutuhkan sokongan investasi internasional yang masif.

Adsense

“Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resminya.

Baca juga : Prabowo: Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris Strategis dan Menguntungkan

Perjanjian EGP ini dirancang secara praktis dan berorientasi pada pelaku usaha. Sektor-sektor yang menjadi fokus utama meliputi energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga penguatan rantai pasok global. Melalui kemitraan ini, kedua negara diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.

Airlangga juga membeberkan data kekuatan ekonomi kedua negara. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai USD 2,78 miliar dengan tren yang terus menanjak sejak 2020. Dari sisi investasi, realisasi Inggris di Indonesia pada triwulan III-2025 telah menyentuh angka USD 402,6 juta, terutama di sektor pertambangan dan industri pangan.

Baca juga : Prabowo Ajak Raja Charles Kerja Sama Urus Gajah Aceh

Senada dengan Airlangga, Secretary Peter Kyle melihat kesepakatan ini sebagai pintu gerbang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya antar-pemerintah (G-to-G) tetapi juga antar-pelaku usaha (B-to-B). Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris pun dinilai sebagai momentum emas yang menandai babak baru hubungan strategis kedua negara.

Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, hingga Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie. Kehadiran para delegasi ini mempertegas keseriusan Indonesia dalam menjalin aliansi ekonomi jangka panjang dengan Inggris.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense