Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo: Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris Strategis dan Menguntungkan
Rabu, 21 Januari 2026 13:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto telah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam dialognya, Prabowo mengajak Inggris untuk meningkatkan kerja sama lintas sektor dengan Indonesia.
Prabowo menegaskan, kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris akan memberikan keuntungan nyata bagi kedua negara. Menurut Prabowo, Inggris merupakan mitra penting bagi Indonesia, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Da menilai, Inggris memiliki keunggulan teknologi dan kekuatan finansial yang dapat saling melengkapi dengan potensi besar Indonesia.
Baca juga : Prabowo Dan PM Inggris Perkuat Kemitraan Maritim Hingga Pendidikan
“Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia, dan kita merasa bisa mendapat manfaat dari teknologi mereka, dari kemampuan keuangan mereka. Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Prabowo, di London, Inggris, Selasa (20/1/2026).
Kemitraan pertumbuhan ekonomi Indonesia–Inggris ini mencakup kerja sama lintas sektor yang luas. Mulai dari pengembangan energi terbarukan, kesehatan dan sains, bisnis dan jasa keuangan, ekonomi digital, hingga infrastruktur, transportasi, pendidikan, serta pertanian dan pangan. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah dukungan Inggris terhadap pengembangan energi hijau di Indonesia. Inggris, yang memiliki keunggulan dalam teknologi energi pasang surut, menyatakan dukungan untuk pengembangan kapasitas energi pasang surut di Indonesia hingga 40 megawatt (MW).
Baca juga : Prabowo Bertemu PM Starmer, Hubungan RI-Inggris Makin Erat
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan sejalan dengan rencana Indonesia menambah kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan sebesar 42,6 gigawatt (GW) sebagaimana tercantum dalam RUPTL PT PLN 2025–2034.
Selain itu, kedua negara juga menjajaki kerja sama pengembangan jaringan transmisi listrik terintegrasi berskala besar atau Green Enabling Super Grid untuk wilayah Jawa-Bali dan Jawa-Sumatera yang berbasis energi terbarukan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Dalam dokumen EGP yang dipublikasikan pada Selasa (20/1/2026), Indonesia dan Inggris menyambut baik peningkatan peran lembaga keuangan dan sektor swasta dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Kerja sama juga diperluas ke sektor keuangan syariah, ekonomi digital lintas negara, serta penguatan perdagangan produk pertanian.
Baca juga : Soft Diplomacy Prabowo Subianto Di Inggris Menentukan Masa Depan Dunia
Tak kalah penting, kemitraan ini turut mendorong penguatan ekosistem e-commerce dan dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih terintegrasi dalam perdagangan global.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak 1949. Kini memasuki babak baru yang lebih strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya