Dark/Light Mode

Perekonomian Indonesia 2025: Tangguh, Terjaga & Terus Menguat

Rabu, 31 Desember 2025 17:46 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) saat meninjau aktivitas belanja akhir tahun di Pondok Indah Mall, Jakarta. (Foto: IG @perekonomianri)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) saat meninjau aktivitas belanja akhir tahun di Pondok Indah Mall, Jakarta. (Foto: IG @perekonomianri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid, di tengah dinamika perekonomian global yang diliputi ketidakpastian. 

Pemerintah terus memastikan stabilitas makroekonomi terjaga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

“Sepanjang tahun 2025, Pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional. Salah satunya, melalui penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga. Sehingga, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah tantangan global,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, Rabu (31/12/2025).

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 terjaga di kisaran 5 persen dengan capaian pada kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen (yoy). Dari sisi skala ekonomi, PDB nominal Indonesia pada tahun 2024 mencapai 1.396,30 miliar dolar Amerika Serikat (AS). 

PDB berdasarkan paritas daya beli (PPP) yang tercatat dengan angka 4,10 triliun dolar AS, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia.

PDB per kapita Indonesia juga terus meningkat dan mencapai Rp78,62 juta atau setara 4.960,33 dolar AS.

Baca juga : Bungkam Genoa, Serigala Merah Menggeliat Lagi

Stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Inflasi terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 persen dan tercatat sebesar 2,72 persen (yoy) pada November 2025.

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dan berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil di kisaran Rp16.785 per dolar AS pada Desember 2025.

Indikator Ekonomi Makro

Cadangan devisa Indonesia tetap tinggi dan mencapai 150,1 miliar dolar AS pada November 2025. Kinerja indikator sektor riil juga menunjukkan penguatan yang konsisten. Ini tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia, yang terus berada pada fase ekspansi dan mencapai level 53,3 pada November 2025.

Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, sebagaimana tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level optimis sebesar 124,0 pada November 2025, serta Indeks Penjualan Riil yang terus tumbuh positif dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 5,9 persen (yoy) pada November 2025.

Kinerja eksternal perekonomian Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang kuat. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, dengan nilai surplus mencapai 35,88 miliar dolar AS pada periode Januari hingga Oktober 2025.

Di sisi investasi, realisasi investasi pada periode Januari–September 2025 mencapai Rp 1.434,3 triliun atau tumbuh sebesar 13,7 persen (yoy).

Baca juga : Tren Ekonomi dan Perpajakan Indonesia 2026 dan Dampaknya bagi Dunia Usaha

Penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh positif sebesar 7,36 persen (yoy) pada Oktober 2025. Ini mencerminkan keberlanjutan dukungan sektor keuangan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Indikator Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi kualitas pertumbuhan, berbagai indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan yang nyata. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja yang naik menjadi 70,59 persen pada Agustus 2025, mencerminkan meningkatnya keterlibatan penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi.

Penciptaan lapangan kerja didukung melalui penguatan sektor riil dan berbagai program pembiayaan, antara lain penyaluran Kredit Program seperti KUR, Kredit Alsintan, KIPK, dan Kredit Perumahan, serta pelaksanaan Program Padat Karya Tunai dan program magang bagi lulusan perguruan tinggi. Seiring dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka terus menurun dan tercatat sebesar 4,85 persen.

Perbaikan kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari menurunnya tingkat kemiskinan nasional, tercatat sebesar 8,47 persen pada Maret 2025. Tingkat kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,85 persen pada periode yang sama. Menandakan percepatan penurunan kemiskinan ekstrem yang semakin mendekati nol.

Rasio gini juga menunjukkan tren penurunan dan berada di level 0,375 yang mencerminkan perbaikan pemerataan pendapatan.

Program Stimulus & Paket Ekonomi

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan, sebagai langkah antisipatif dan responsif terhadap dinamika ekonomi, Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai stimulus dan paket kebijakan ekonomi. Kebijakan tersebut mencakup Bantuan Pangan dan Bantuan Kartu Sembako tambahan, Bantuan Subsidi Upah, hingga BLTS Kesra.

Baca juga : Konferensi ICMAL 2025 Bahas Linguistik Terapan di Era Disrupsi Digital

Selain itu, Pemerintah juga memberikan stimulus mobilitas masyarakat melalui diskon transportasi, dukungan bagi industri padat karya, pemberian insentif fiskal bagi pekerja dan UMKM, serta percepatan deregulasi dan debottlenecking melalui penyederhanaan regulasi dan integrasi perizinan lintas Kementerian/Lembaga ke dalam sistem OSS.

“Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan perekonomian nasional, memastikan sinergi lintas sektor berjalan efektif, serta menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdaya saing," tegas Jubir Haryo.

"Pemerintah berkomitmen agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.