Dark/Light Mode

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Menteri Ekraf Perluas Kerja Sama Global

Senin, 22 Desember 2025 16:36 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (kanan), dan Sekretaris Utama Kementerian Ekraf Dessy Ruhati saat menggelar Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025). FOTO: KHAIRIZAL ANWAR/RM
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (kanan), dan Sekretaris Utama Kementerian Ekraf Dessy Ruhati saat menggelar Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025). FOTO: KHAIRIZAL ANWAR/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperluas kerja sama internasional untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif nasional. Langkah ini diarahkan untuk membuka peluang investasi lintas negara.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/ Kepala Badan Ekonomi Kreatatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, strategi investasi menjadi fokus utama kementeriannya. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai forum bisnis ekonomi kreatif. Pemerintah ingin mempertemukan pelaku kreatif dengan mitra global.

“Kami akan banyak melakukan Ekraf Business Forum dan Business Matching,” ujarnya dalam acara "Ekraf Annual Report 2025" di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Baca juga : Menteri Ekraf Perkuat Talenta Kreatif Dari Kota Hingga Desa

Teuku Riefky menjelaskan, dukungan Presiden sangat berperan membuka akses kerja sama internasional. Presiden aktif berkomunikasi dengan para kepala negara. Hal tersebut memudahkan pembukaan peluang ekonomi kreatif. “Presiden sangat aktif berkomunikasi dengan berbagai negara,” katanya.

Menurutnya, Indonesia telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Prancis. Penjajakan juga dilakukan dengan Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Jerman, Rusia, dan negara lain. Kerja sama ini mencakup berbagai subsektor kreatif. “Kami sudah menandatangani kerja sama dengan Prancis,” ucapnya.

Selain kerja sama bilateral, Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE). Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Penyelenggaraan ini menjadi kali ketiga bagi Indonesia. “Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah WCCE,” tutur dia.

Baca juga : KaTa Kreatif 2025, Menteri Ekraf Dorong Tiap Kota Punya Subsektor Unggulan

Teuku Riefky menilai, forum tersebut menegaskan posisi Indonesia dalam agenda ekonomi kreatif global. Forum ini juga membuka peluang investasi baru. Pelaku kreatif nasional diharapkan mendapat eksposur luas. “Ini menegaskan peran Indonesia di agenda global,” katanya.

Investasi juga diarahkan pada komersialisasi Kekayaan Intelektual (KI). Pemerintah mendorong peningkatan nilai tambah IP Indonesia. Produk berbasis lisensi diharapkan menembus pasar global. “IP Indonesia harus punya nilai tambah,” terangnya.

Pemerintah menyiapkan skema insentif lintas kementerian. Skema ini disusun bersama Kementerian Keuangan. Fokusnya subsektor film, gim, dan aplikasi. “Kami siapkan insentif untuk film, gim, dan aplikasi,” ujar mantan anggota DPR ini.

Baca juga : PGE Konsisten Perluas Pemahaman Publik soal Panas Bumi

Langkah tersebut diharapkan menarik investor bermitra dengan pelaku kreatif nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan. Strategi global terus diperkuat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.