Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agenda Pertemuan Di Inggris
Prabowo Ajak Raja Charles Kerja Sama Urus Gajah Aceh
Selasa, 20 Januari 2026 08:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Isu lingkungan hidup masuk dalam agenda pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III di Inggris. Salah satunya, rencana Prabowo mengajak Raja Charles kerja sama urus konservasi gajah Aceh.
Agenda itu dibawa Prabowo setibanya di Inggris dalam kunjungan kenegaraan. Presiden tiba di Bandara Stansted, London, Minggu (18/1/2026) malam, setelah menempuh penerbangan sekitar 14 jam dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pesawat Kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat mulus dan disambut delegasi resmi kedua negara. Di antaranya Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI untuk Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.
Prabowo yang mengenakan overcoat hitam langsung menyapa jajaran penyambut yang sudah berbaris rapi di bawah tangga pesawat. Setelah itu, Prabowo bergegas menaiki mobil untuk menuju hotel tempatnya bermalam.
Di hotel, Kepala Negara disambut hangat sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang tiba lebih dulu. Prabowo juga disambut mahasiswa dan diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Inggris. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan Prabowo dan rakyatnya yang sedang merantau.
Prabowo tampak menyapa dan menyalami para pelajar dan mahasiswa satu per satu. Mantan Danjen Kopassus itu sempat berdialog singkat dengan para diaspora. Mulai dari jurusan sekolah, asal daerah, dan cita-cita.
Meskipun singkat, para diaspora yang merupakan pelajar dan mahasiswa itu sangat terkesan dengan pertemuan tersebut. Salah satunya Alma, mahasiswa asal Merauke yang sedang menempuh pendidikan magister Manajemen Bisnis di University of Sussex. Dia mengaku terharu dapat bertemu langsung dengan Prabowo.
Baca juga : Jadi Saksi Nikah, Prabowo-Jokowi Mesra di TMII
“Ini pengalaman yang sangat luar biasa. Pengalaman pertama juga melihat Presiden secara langsung. Beliau sangat humble, menyapa kami semua. Rasanya seperti anak-anak yang bertemu dengan Bapak sendiri di tanah rantau,” kata Alma.
Di Tanah Air, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang tidak ikut kunker menjelaskan agenda kunjungan Preside ke Inggris. Kata Pras, salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah rencana konservasi dan perlindungan gajah di Provinsi Aceh.
Pras menjelaskan, sekitar delapan bulan lalu Presiden Prabowo secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari. Konsesi tersebut selanjutnya akan dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah.
“Untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah, yaitu atas kerja sama dengan Raja Charles III,” kata Pras di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Selain isu lingkungan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas terkemuka di Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendirian kampus-kampus baru di Indonesia.
“Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan di berbagai bidang strategis, khususnya teknologi, ilmu pengetahuan, dan kedokteran,” urai Pras.
Usai dari Inggris, Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Dalam kesempatan ini, Prabowo juga dijadwalkan menjadi salah satu pembicara.
Baca juga : Pesawat ATR 42-500 Tabrak Bulusaraung, 1 Korban Ditemukan Dalam Jurang
"Kehadiran Presiden di World Economic Forum merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk membuka potensi kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara sahabat di berbagai sektor,” beber Pras.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mendukung langkah Prabowo membawa isu lingkungan dalam kunjungan kenegaraan di Inggris. Menurutnya, itu adalah isu penting dalam menjaga kelestarian lingkungan berupa perlindungan satwa liar.
Namun, Alex berharap komitmen pemerintah dalam perlindungan satwa liar tidak hanya berhenti di Aceh saja. Pemerintah juga harus memonitor wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa.
"Bukan hanya konservasi gajah di Aceh, tetapi juga di Lampung, di mana sudah terjadi konflik antara manusia dan gajah,” nilai Alex saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin (19/1/2026).
Pujian juga datang dari WWF Indonesia, organisasi masyarakat yang bergerak di bidang konservasi alam dan kelestarian lingkungan. Manager Komunikasi dan Edukasi WWF Indonesia Diah Sulistiowati menilai, langkah Prabowo merupakan sinyal kuat isu konservasi telah menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
"Ini menunjukkan adanya perhatian dan komitmen pada tingkat kepemimpinan nasional terhadap isu konservasi satwa liar, terutama dalam menghadapi tekanan kehilangan habitat dan konflik manusia-gajah yang terus meningkat,” nilai Sulis kepada Rakyat Merdeka, Senin (19/1/2026)..
WWF berharap kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai langkah simbolik, melainkan dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh pemerintah di berbagai wilayah lain yang merupakan kantong habitat satwa ikonik Indonesia. Menurut Diah, banyak kawasan penting saat ini mengalami tekanan akibat konflik antara manusia dan satwa liar.
Baca juga : Kunker ke Inggris-Swiss: Presiden Akan Bertemu Raja Charles, Pidato di WEF
“Dengan pendekatan perlindungan dan pengelolaan habitat yang tepat, kami berharap konflik dapat ditekan dan koeksistensi antara manusia dan satwa liar dapat terwujud secara berkelanjutan,” jelasnya.
Terkait lahan milik Prabowo yang diserahkan untuk kepentingan konservasi, WWF mengungkapkan pihaknya telah memiliki temuan dan kajian sebelumnya. Berdasarkan pemantauan WWF, kawasan konsesi tersebut merupakan bagian dari jalur pergerakan alami serta habitat penting Gajah Sumatera.
“Kajian dan pemantauan kami menunjukkan bahwa kawasan tersebut adalah bagian dari koridor pergerakan gajah. Temuan di lapangan memperlihatkan ruang jelajah gajah yang semakin terfragmentasi akibat aktivitas manusia,” ungkap Diah.
Ia menambahkan, pengalihan fungsi lahan menjadi kawasan konservasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memulihkan konektivitas habitat yang terputus. Dengan demikian, risiko konflik antara gajah dan masyarakat sekitar dapat ditekan secara signifikan.
“Upaya ini sangat penting untuk menyambung kembali koridor habitat yang terfragmentasi, sekaligus mengurangi potensi konflik dan mendukung keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di alam liar,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya