RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus melakukan upaya strategis untuk meningkatkan lifting minyak nasional. Pasalnya, dibutuhkan kerja ekstra untuk mengembalikan kejayaan produksi minyak dalam negeri ke level 1,6 juta barel per hari (bph).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku pesimistis lifting minyak Indonesia dapat kembali mencapai 1,6 juta bph seperti pada era sebelum reformasi.
Dia bahkan berkelakar bahwa target tersebut hanya mungkin tercapai pada tahun 2029, apabila terjadi mukjizat.
“Menurut saya, itu hanya Allah yang bisa memberikan. Kita tidak usah saling menipu,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Dia memperkirakan, lifting minyak Indonesia pada 2029 secara realistis berada di kisaran 800.000 bph hingga 900.000 bph, dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi sumur minyak yang ada saat ini.
“Insya Allah, kalau angka segitu masih bisa (tercapai),” ujarnya.
Bahlil menegaskan, peningkatan lifting membutuhkan landasan regulasi yang lebih fleksibel.
Termasuk melalui revisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Baca juga : Rakernas PSI Di Sulsel Karpet Merah Untuk RMS?
Menurutnya, pembaruan UU Migas diperlukan untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi kegiatan eksplorasi serta pengembangan hulu migas.
“Karena itu, dibutuhkan aturan yang fleksibel. Kita membuat undang-undang untuk menjawab kebutuhan,” ucapnya.
Selain aspek regulasi, Pemerintah juga mendorong percepatan swasembada energi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan bahan baku nabati, hingga pengembangan Kilang Balikpapan melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi bensin dan solar secara signifikan.
“Kita harus memanfaatkan keunggulan kompetitif secara optimal. Ini menyangkut kedaulatan, ketahanan, dan kemandirian energi. Sekarang kita bicara swasembada,” tutur Bahlil.
Sementara, Pemerintah tetap menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan lifting minyak dengan target 900.000 bph hingga 1 juta bph pada tahun 2029.
Salah satu langkah utamanya adalah reaktivasi sumur-sumur tua dan percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak rakyat di sejumlah daerah.
Baca juga : Pascabencana Sumatera Barat, Gerindra Terus Kawal Huntara Korban Bencana
Hingga kini, lebih dari 40.000 sumur masyarakat telah memperoleh izin.
Termasuk di Jambi dan Sumatera Selatan, sementara proses perizinan di Jawa Tengah terus dipercepat.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi teknologi melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan yang dikelola Pertamina serta Lapangan Banyu Urip yang dioperasikan ExxonMobil.
Teknologi tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi minyak.
“Strategi lain adalah mempercepat produksi proyek yang Plan of Development (POD)-nya sudah selesai. Hal ini telah kita bahas bersama seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),” jelas Bahlil.
Kementerian ESDM juga berencana menawarkan lebih dari 100 Wilayah Kerja (WK) migas secara serentak dalam waktu dekat.
Jumlah ini lebih banyak dari target sebelumnya, yakni 75 wilayah kerja, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat eksplorasi hulu migas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, capaian lifting menjadi fokus utama Pemerintah karena mencerminkan ketahanan energi nasional.
Baca juga : Kasus Kredit Macet Kerap Terjadi Akibat Wanprestasi
“Lifting itu yang paling penting karena menjadi indikator ketahanan kita,” kata Laode.
Dia menjelaskan, target lifting minyak pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 605.000 bph dan diproyeksikan meningkat menjadi 610.000 bph pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah melanjutkan berbagai upaya yang telah dijalankan sebelumnya.
Termasuk pengembangan proyek EOR di sejumlah lokasi serta optimalisasi sumur minyak masyarakat yang sudah mulai beroperasi. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 24 Januari 2026 dengan judul "Pemerintah Kerja Ekstra Kerek Lifting, Minyak Bahlil: Target 1,6 Juta Barel Butuh Mukjizat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.