RM.id Rakyat Merdeka - Grab telah mengoperasikan lebih dari 1.000 model artificial intelligence (AI) dan machine learning yang telah digunakan secara aktif (in production) di seluruh ekosistemnya.
Dengan menjadikan AI sebagai inisiatif yang berdiri sendiri, Grab menggunakannya sebagai fondasi inti dengan filosofi yang jelas. AI dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, meningkatkan produktivitas, serta membantu tim bekerja dengan lebih baik, lebih cerdas, dan lebih cepat dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan dan hasil.
“Pada tahun 2024, Grab mengambil langkah strategis yang tidak biasa dilakukan oleh perusahaan teknologi di Asia Tenggara dengan menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu di seluruh tim teknologinya yang meliputi engineering, produk, design & analytics,” kata Head of Product Strategy & Product Operations Grab Anan Kasetra dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).
Langkah ini memberikan ruang bagi mereka untuk bekerja lebih mendalam bersama fungsi bisnis lainnya di Grab, guna mengintegrasikan generative AI secara transformasional dalam skala besar.
“AI dijadikan sebagai kapabilitas fundamental yang menopang cara tim dalam menciptakan produk, mengambil keputusan, dan menjalankan operasional dalam skala besar,” ungkapnya.
Pendekatan Grab ini dikenal sebagai AI-First with Heart, yang salah satunya ditegaskan melalui Grab AI DevX Connect 2026, sebuah forum komunitas developer dan teknologi.
Gelaran ini mempertemukan para engineer, product leader, data practitioner, dan AI builders dari Grab serta ekosistem teknologi yang lebih luas untuk berbagi studi kasus dan melakukan diskusi terbuka lintas industri.
Melalui forum ini, Grab berbagi tentang bagaimana cara perusahaan merancang, menerapkan, serta mengelola sistem AI yang berorientasi pada manusia, sekaligus siap digunakan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mitra.
“Melalui AI DevX Connect yang untuk pertama kali hadir di Jakarta, Grab ingin berbagi realitas di balik pengembangan AI,” katanya.
Baca juga : Prabowo Bertemu Dasco Di Halim, Sebelum Bertolak Ke Inggris dan Swiss
Pihaknya membuka ruang diskusi mengenai apa yang berhasil, apa yang tidak, serta bagaimana tim dapat menerapkan AI secara bertanggung jawab dengan pendekatan human-centered.
“Kami ingin membekali talenta digital dan teknologi di Indonesia untuk siap menghadapi pengelolaan sistem AI berskala besar yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, AI National Advisor, sekaligus Director of Innovation Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Andreas Tjendra mengapresiasi inisiatif Grab menghadirkan AI DevX Connect Indonesia 2026 di Jakarta.
Indonesia memiliki peluang ekonomi dari AI hingga 366 miliar dolar AS pada tahun 2030, namun realisasi nilai tersebut sangat bergantung pada kesiapan talenta dan kemampuan menjalankan AI di sistem yang kompleks dengan memastikan manusia tetap memegang kendali.
“Grab AI DevX Connect 2026 menjawab tantangan ini dengan mempersiapkan talenta teknologi Indonesia agar siap membangun, mengelola, dan mengoperasikan sistem AI secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Integrasi AI
Grab juga berbagi tentang bagaimana mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi, termasuk engineering, product, data, marketing, dan growth, untuk mengelola serta mendukung kompleksitas operasional perusahaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Anan menuturkan, pendekatan ini memungkinkan Grab untuk tetap menjaga kecepatan inovasi sekaligus menerapkan disiplin operasional yang kuat dalam menjalankan sistem berskala besar.
“Fondasi ini dirancang untuk menghadirkan dampak yang langsung dan nyata bagi para mitra dalam ekosistem Grab, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Mitra Pengemudi," ujarnya.
Beberapa contoh utama meliputi, Grab Merchant AI Assistant, asisten AI yang terintegrasi dalam aplikasi GrabMerchant yang berfungsi sebagai penasihat bisnis virtual 24/7.
Baca juga : Diskon Mobil Baru Jadi Kunci Dongkrak Penjualan
Asisten ini memberikan rekomendasi bisnis dan operasional yang dipersonalisasi mulai dari pembaruan menu, pembuatan kampanye iklan, hingga saran untuk meningkatkan penjualan.
“Hingga Desember 2025, 1 dari 4 merchant aktif Grab telah memanfaatkan fitur ini untuk mendukung operasional harian dan pengambilan keputusan bisnis,” katanya.
AI Driver Companion memanfaatkan data secara real-time dan historis untuk memprediksi area dengan permintaan tinggi, fitur ini membantu Mitra Pengemudi memperoleh orderan secara lebih efisien.
Hingga April 2025, fitur ini telah digunakan oleh lebih dari 250.000 Mitra Pengemudi setiap minggu di Asia Tenggara. Kemudian, fitur pelaporan suara berbasis AI memungkinkan pengemudi melaporkan kondisi jalan secara verbal, seperti kemacetan, pekerjaan jalan, atau banjir.
“Fitur ini tercatat menerima lebih dari 16.000 laporan per hari di 2025, yang berkontribusi pada peningkatan kecepatan pembaruan dan akurasi GrabMaps.
Melalui GrabMaps, AI memproses data dalam jumlah besar untuk menghasilkan peta jalan yang akurat, yang diperbarui secara real-time berdasarkan data lalu lintas, cuaca, dan kejadian di lapangan.
“AI juga membantu Mitra Pengemudi menemukan rute paling efisien serta mendukung navigasi last mile, termasuk jalan kecil dan area yang sulit dijangkau,” ucap Anan.
Untuk mendukung produktivitas internal, Grab juga mengoperasikan sejumlah platform berbasis AI, salah satunya Mosaic, sebuah tool yang dikembangkan oleh tim design untuk menghasilkan ilustrasi dengan gaya desain khas Grab dalam waktu kurang dari 20 detik sehingga menghemat sekitar 3.200 jam kerja per hari.
Grab Indonesia juga mengoperasikan Enigma, sebuah platform data internal berbasis AI yang memungkinkan tim di berbagai fungsi untuk melakukan permintaan dan penerimaan data secara mandiri dengan cepat, akurat, dan terstandarisasi.
Baca juga : PHM Mulai Operasikan Proyek Sisi Nubi AOI, Tambah Pasokan Energi Nasional
“Melalui Enigma, proses akses dan distribusi data yang sebelumnya memerlukan koordinasi manual kini dapat dilakukan secara lebih efisien, sehingga mempercepat pengambilan keputusan berbasis data di tingkat operasional maupun strategis,” kata Anan.
Beberapa di antara solusi-solusi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra AI global, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk memastikan teknologi yang dibangun relevan dengan kebutuhan operasional nyata di Asia Tenggara.
Di balik perjalanan Grab sebagai perusahaan yang mengusung pendekatan AI-First with Heart, Indonesia memegang peran strategis, baik sebagai salah satu basis talenta teknologi terbesar Grab maupun sebagai salah satu pasar utama untuk menjalankan sistem AI di lingkungan operasional perusahaan dalam skala besar.
“Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan AI Grab. Talenta teknologi asal Indonesia, termasuk para enegineer dan tech leader, secara langsung terlibat dalam pengembangan sistem AI Grab di skala regional,” tuturnya.
Dia menekankan, dengan karakteristik pasar yang beragam, mulai dari kondisi geografis, kepadatan urban, hingga variasi perilaku pengguna dan merchant, Indonesia menjadi lingkungan penting.
“Khususnya dalam menguji ketangguhan, relevansi, serta keandalan sistem AI untuk mendorong operasional perusahaan dalam skala besar yang berkontribusi untuk pertumbuhan bisnis Grab secara positif,” pungkas Anan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.