RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja industri otomotif nasional sepanjang 2025 menunjukkan kontras yang tajam antara pasar domestik dan ekspor. Di tengah melemahnya permintaan dalam negeri, ekspor kendaraan bermotor justru tampil sebagai penopang utama keberlangsungan industri otomotif nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sepanjang 2025 penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik masih mengalami tekanan signifikan, seiring belum pulihnya daya beli masyarakat dan tantangan pembiayaan.
Berdasarkan data industri, penjualan kendaraan secara wholesales sepanjang 2025 tercatat 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 856.723 unit. Penurunan serupa juga terjadi pada penjualan ritel yang merosot 6,3 persen, dari 889.680 unit pada 2024 menjadi 833.712 unit pada 2025.
Baca juga : Kenang Pesan Meri Hoegeng, Kapolri: Jadi Inspirasi bagi Polri Jaga Integritas
“Kontraksi ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada sisi distribusi, tetapi juga mencerminkan melemahnya permintaan riil di tingkat konsumen,” ujar Agus dalam sambutannya pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Di tengah tekanan pasar domestik tersebut, kinerja ekspor kendaraan bermotor justru mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit, meningkat 9,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 472.194 unit.
Kinerja ekspor tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing kuat sebagai basis produksi otomotif global. Sejumlah pabrikan memanfaatkan kapasitas produksi nasional untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama ke kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Baca juga : Di Tengah Gempuran AI, DPR Minta Pemerintah Selamatkan Industri Film
Meski demikian, pemulihan industri otomotif nasional dinilai belum sepenuhnya kokoh. Agus menyebut lemahnya daya beli masyarakat, dinamika global rantai pasok, serta tantangan pembiayaan masih menjadi faktor yang menahan laju pemulihan pasar domestik.
Untuk 2026, penjualan mobil nasional diproyeksikan mencapai sekitar 850.000 unit, atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025. Namun, angka tersebut masih belum mampu menembus level penjualan di atas 1 juta unit seperti sebelum pandemi.
Pemerintah menilai ekspor akan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional, di tengah upaya mendorong pemulihan pasar domestik melalui insentif fiskal, penguatan pembiayaan, serta pengembangan kendaraan ramah lingkungan.
Baca juga : Red Notice Terbit, MRC Jadi Buronan Internasional
Selain ekspor, transformasi menuju kendaraan elektrifikasi juga menjadi peluang baru bagi industri otomotif nasional. Pada 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi tercatat meningkat signifikan, seiring kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi kendaraan rendah emisi dan penguatan industri hulu-hilir baterai.
Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis industri otomotif nasional tetap mampu menjaga kinerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur, meskipun tekanan pasar domestik masih berlangsung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.