Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Purbaya Optimistis IHSG Terus Naik, Investor Diminta Tak Ragu Investasi
Selasa, 27 Januari 2026 21:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk tetap percaya diri menanamkan modal di Indonesia, seiring prospek ekonomi nasional yang dinilai masih sangat kuat.
Purbaya mengatakan salah satu indikator cerahnya perekonomian Indonesia tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merefleksikan arah fundamental ekonomi nasional.
“Kalau Anda investor yang bermain di pasar saham, jangan takut. Walaupun kemarin turun, pasti naik lagi. Karena pada dasarnya IHSG adalah cerminan arah ekonomi kita,” ujar Purbaya dalam Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa.
Baca juga : Purbaya Optimistis, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Tembus 5,4 Persen
Ia mengingatkan bahwa sejumlah target IHSG yang sebelumnya dianggap terlalu optimistis kini mulai terbukti. Bahkan, menurutnya, potensi kenaikan IHSG dalam jangka panjang masih sangat besar.
Purbaya menceritakan pengalamannya saat pernah memproyeksikan IHSG mencapai level 9.000, yang kala itu banyak diragukan. Namun, kenyataannya IHSG telah sempat menembus level tersebut.
Hal serupa juga terjadi ketika ia menyebut bahwa dalam satu siklus 10 tahun, IHSG berpotensi meningkat hingga empat kali lipat dari level saat ini.
Baca juga : Lantik Pengurus HKI, Menperin: Kawasan Industri Tarik Investasi Rp 6.744 T
“Kalau sekarang di kisaran 8.000-an, berarti bisa ke 32.000. Waktu saya bilang begitu juga banyak yang menertawakan. Silakan saja tertawa, tapi jangan lupa investasi. Nanti menyesal,” ujarnya.
Purbaya menilai pergerakan IHSG sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, sehingga investor tidak perlu ragu untuk masuk ke pasar domestik.
Dari sisi makroekonomi, ia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 dapat menembus 5,5 persen. Pendorong utamanya antara lain percepatan belanja pemerintah serta momentum Lebaran pada Maret 2026 yang diperkirakan meningkatkan konsumsi masyarakat.
Baca juga : Basarnas Sisir Lokasi Terakhir Pesawat ATR, Masyarakat Diminta Tak Sebar Hoaks
“Saya ingin terus mendorong ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah keluar dari ‘kutukan 5 persen’,” kata Purbaya.
Ia juga menyoroti tingkat inflasi yang masih terkendali. Inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan, tanpa memperhitungkan komponen harga emas, inflasi berada di kisaran 1,5 persen.
“Artinya permintaan masih relatif rendah. Saya masih punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan suku bunga yang signifikan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya