Dark/Light Mode

Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Migas 25 Persen Lewat Inovasi Teknologi

Kamis, 29 Januari 2026 09:40 WIB
Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Migas 25 Persen Lewat Inovasi Teknologi

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui integrasi teknologi dan inovasi layanan dari hulu hingga hilir.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan industri migas yang kini menghadapi karakteristik lapangan yang semakin matang (mature) dan berisiko tinggi.

Dalam forum Scope Upstream Excellence di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (29/1/2026), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini memaparkan strategi percepatan transisi dari fase eksplorasi ke produksi.

Salah satunya melalui penerapan metodologi kerja paralel. Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca, menyatakan bahwa ketepatan pengambilan keputusan menjadi kunci di tengah dinamika industri saat ini.

Baca juga : Awal 2026, Elnusa Tancap Gas Eksplorasi Migas Di Indonesia Timur

“Lapangan yang semakin mature dan frontier berisiko tinggi menuntut keputusan cepat yang tetap presisi. Karena itu, kami menempatkan teknologi dan integrasi layanan sebagai fondasi nilai tambah industri,” ujar Litta dalam keterangan tertulis, Kamis.

Percepatan Produksi dan Efisiensi Biaya

Elnusa kini mengandalkan teknologi Land Node dan Ocean Bottom Node (OBN) untuk meningkatkan akurasi pencitraan bawah permukaan.

Teknologi ini diklaim mampu meminimalkan risiko kegagalan pengeboran (dry hole) dan mempercepat siklus proyek.

Selain itu, perusahaan menerapkan parallel processing dalam pengolahan data serta penggunaan Early Production Facility (EPF) modular.

Baca juga : Elnusa Perkuat Teknologi Seismik, Percepat Eksplorasi Migas Indonesia Timur

Sistem ini memungkinkan lapangan migas mulai berproduksi lebih awal sementara evaluasi manajemen reservoir tetap berjalan.

“Pendekatan kami adalah parallel, bukan sequential, agar nilai ekonomi lebih cepat terwujud dengan risiko terkelola,” tegas Litta.

Dari sisi keekonomian, Elnusa menjalankan strategi Cost Leadership dan Low Cost Operator (LCO) untuk mengoptimalkan lapangan-lapangan marginal atau yang tidak aktif (idle).

Inisiatif ini diproyeksikan mampu mendorong efisiensi biaya operasional antara 15 hingga 25 persen tanpa mengabaikan standar keselamatan kerja (HSSE).

Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan

Baca juga : Tekan Emisi Dan Hemat Energi, LPCK Perkuat Kawasan Industri Berkelanjutan

Sebagai mitra strategis di lingkungan Subholding Upstream Pertamina, Elnusa juga mulai mengintegrasikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi dalam manajemen proyek.

Integrasi layanan ini bertujuan untuk menghilangkan tumpang tindih biaya antar-vendor yang sering terjadi dalam operasional hulu migas.

Dengan model layanan end-to-end, perusahaan memastikan operasional tetap lean (ramping) namun tetap produktif.

Ke depan, Elnusa memposisikan diri tidak hanya sebagai penyedia jasa, tetapi juga sebagai mitra teknologi yang mendukung target produksi migas nasional secara berkelanjutan melalui efektivitas eksekusi proyek di lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.