RM.id Rakyat Merdeka - Action Action Humanity menyumbangkan bantuan kemanusiaan seberat 30 ton bantuan pangan untuk korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang.
Action Humanity tiba di Aceh Tamiang, melalui 3 program utama yaitu, distribusi pangan, mushola darurat, dan trauma healing, program tersebut difokuskan ke beberapa titik daerah pedalaman Aceh Tamiang.
Terrmasuk daerah yang terdampak sangat parah, yaitu Desa Sunting, Tanjung Gelumpang, Babo, dan Desa Bandar Pusaka dusun Blank Kandis.
Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama Action Humanity Muhammad Arief Saufi kepada Warga setempat di masing-masing daerah yang menjadi titik fokus lembaga.
“Langkah hari ini sesuai dengan visi dari lembaga kami, bahwa Membantu Manusia dan makhluk hidup di dunia untuk bertahan dan keluar dari krisis terlebih lagi untuk membantu saudara-saudara kita sebangsa dan tanah air yang sedang menghadapi bencana besar ini,” kata Saufi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/2/2026).
Saufi menambahkan, bahwa bantuan bertajuk “Warga Bantu Warga” tersebut berhasil dikumpulkan dari belahan dunia hampir mencapai kurang lebih 850 juta.
Baca juga : BRI Insurance Salurkan Bantuan Kemanusiaan Pasca Bencana di Aceh dan Medan
Dana yang dikumpulkan didistribusikan dalam bentuk bantuan seberat 30 ton tersebut yang terdiri dari makanan pokok, air bersih, teh, susu, berbagai macam makanan ringan dan beberapa genset yang berasal dari urunan mitra, donatur di tanah air maupun di berbagai belahan dunia.
Selain distribusi pangan Action Humanity juga melakukan distribusi genset yang sangat diperlukan bagi warga, karena di daerah tersebut dalam beberapa minggu listrik masih padam, sehingga genset diperlukan untuk menerangi warga Aceh tamiang.
Kemudian pembelian starlink karena akses jaringan telekomunikasi yang masih sulit, tentunya starlink sangat membantu para warga setempat dalam berkomunikasi, terutama guru-guru dalam keperluan administrasi.
Direktur Action Humanity pun menyampaikan, kondisi di Aceh Tamiang masih sangat mencekam, sudah 3 pekan warga hidup dalam kondisi gelap gulita, tidak ada air bersih, stok pangan terbatas,
Aceh Tamiang masih butuh bantuan dari semua dengan harapan agar bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan para korban yang amat memerlukan pertolongan pertama menyelamatkan mereka dari krisis kelaparan usai daerah mereka luluh lantak akibat banjir dan longsor.
“Ini merupakan bentuk solidaritas seluruh mitra, dan donatur di seluruh penjuru dunia untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita di provinsi terdampak bencana,” ucap Saufi.
Baca juga : PHM Salurkan Bantuan Pendidikan bagi 99 Mahasiswa dan Sarjana Pesisir di Kaltim
Dalam kesempatan tersebut, tim dari Action Humanity juga ikut turun langsung ke lapangan untuk mendirikan dapur darurat yang akan memasak 5000 porsi setiap harinya. Aksi ini juga dibantu oleh beberapa relawan lokal, dan juga angota TNI.
Selain bantuan logistik dan pangan, Action Humanity juga mendirikan mushola darurat di lokasi pengungsian warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Mushola darurat tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan ibadah warga dan relawan di tengah kondisi darurat. Bencana yang melanda sejumlah kawasan pemukiman di Aceh Tamiang menyebabkan ribuan warga harus mengungsi setelah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk sarana ibadah.
Hingga kini, warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan fasilitas dasar.
Mushola tersebut dilengkapi peralatan yang cukup memadai, seperti lampu penerangan, kipas angin, dan juga karpet sajadah.
Sejumlah warga menyambut baik kehadiran mushola darurat tersebut. Mereka menilai fasilitas ibadah sangat membantu menjaga ketenangan dan keteguhan mental di tengah kondisi pascabencana.
Baca juga : Presiden Banggakan Danantara di WEF
Selain itu Action Humanity juga menggelar kegiatan nonton film bersama warga setempat terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan psikososial untuk membantu pemulihan trauma anak-anak pascabencana.
Kegiatan nonton bareng ini menjadi bagian dari upaya trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.
Melalui hiburan sederhana, diharapkan keceriaan dan semangat anak-anak kembali tumbuh.
Posko Action humanity yang dikenal warga sejak kedatangan pertama sebagai posko bioskop menjadi tempat berkumpulnya semua warga setiap malam, dimulai dari pukul 19.00-23.00, kegiatan ini dilakukan setiap hari selama hampir 3 pekan.
“Alhamdulillah, sekarang kami sekarang merasa terhibur sejak kedatangan Action Humanity, karena sejak banjir kami memang belum banyak beraktivitas, terutama dalam masalah hiburan televisi kami terendam semua, sehingga hiburan saat ini memang kami perlukan khususnya untuk anak-anak,” ujar Kepala Dusun Blank Kandis, Herman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.