RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina resmi membentuk Sub Holding Downstream (SHD) sebagai jurus baru mempercepat dan merapikan operasional sektor hilir migas. Lewat skema satu atap, tiga entitas hilir—PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS)—kini disatukan dalam satu komando.
Langkah ini dinilai strategis untuk memangkas proses birokrasi, menyederhanakan koordinasi, dan mempercepat pengambilan keputusan, khususnya dalam pengadaan, pengolahan, hingga distribusi BBM dan LPG.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai integrasi tersebut berpotensi besar meningkatkan optimalisasi operasional hilir migas. Dampaknya, kinerja distribusi energi bisa lebih cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Keren! Perwira Pertamina Pimpin Tim Multinasional Di Aset Migas Aljazair
“Kalau sudah satu atap, prosesnya otomatis lebih sederhana. Koordinasi jadi lebih cepat karena saling mendukung,” kata Komaidi.
Menurut dia, dengan menyatukan PPN, KPI, dan PIS, Pertamina tak lagi harus melalui prosedur antarperusahaan yang berlapis. Komunikasi bisa langsung dilakukan tanpa harus melewati mekanisme administrasi yang memakan waktu.
“Misalnya Patra Niaga butuh pasokan minyak atau pengangkutan dalam waktu cepat. Tinggal koordinasi saja dengan kilang atau kapal karena masih satu rumah. Tidak perlu lagi urusan surat-menyurat atau kontrak antar entitas,” ujarnya.
Baca juga : Askrindo Perkuat Ketahanan & Keberlanjutan Operasional Lewat Kampanye Budaya BCMS
Komaidi menambahkan, integrasi ini juga penting dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan BBM di daerah. Dengan sistem terintegrasi, Sub Holding Downstream bisa langsung memetakan pasokan dari kilang mana dan mengatur pengangkutan melalui armada kapal secara cepat.
“Teknisnya mungkin sama, tapi administrasinya jauh lebih ringkas. Kalau dulu harus isi form ini-itu, sekarang tidak perlu lagi,” ucapnya.
Ia optimistis, pembentukan SHD akan membuat Pertamina semakin lincah dan andal, termasuk dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi pada periode Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026.
Baca juga : Gandeng RS Maranatha & Perdami, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata
“Harusnya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi selama ini Satgas Rafi Pertamina selalu mendapat apresiasi dari konsumen,” katanya.
Pembentukan Sub Holding Downstream secara resmi dilakukan pada 1 Februari 2026 setelah melalui evaluasi mendalam dan benchmarking dengan sejumlah perusahaan migas global. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta mendongkrak daya saing Pertamina di sektor energi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.