BREAKING NEWS
 

Dukung Strategi Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 8 Februari 2026 13:23 WIB
Paparan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum, di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). (Foto: Dok. TYI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan peta jalan Ekonomi Baru (the New Economy) untuk masa depan Indonesia. Gagasan itu disampaikan dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity”, di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

AHY, yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka statistik.

“Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat,” ujar AHY, di hadapan puluhan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha.

Dalam paparannya, AHY menyampaikan lima pilar “Ekonomi Baru” yang dinilainya konkret dan relevan, terutama bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global.

Baca juga : Presiden Prabowo Bertekad Turunkan Biaya Haji Untuk Rakyat Indonesia

Pertama, Infrastruktur Dasar dan Keadilan. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar aspal dan semen, melainkan sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

Kedua, Perumahan Layak. AHY menekankan pentingnya hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas, sekaligus penciptaan lapangan kerja.

Adsense

Ketiga, Konektivitas Fisik dan Digital. Ia menilai konektivitas dibutuhkan untuk memperkuat persatuan nasional serta memastikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan masyarakat daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

Keempat, Investasi Manusia. AHY menyebut kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama untuk bersaing di tingkat global.

Baca juga : Sambut PM Albanese, Prabowo Perkuat Pilar Pendidikan dan Ekonomi RI-Australia

Kelima, Akselerasi Teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia mendorong pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etika, regulasi yang adaptif, serta penguatan talenta digital.

AHY mengingatkan, tantangan ke depan mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik memerlukan kebijakan yang tepat, bukan sekadar jargon.

“Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” tambahnya.

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, antara lain pengusaha Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri, Rektor Perbanas Institute Prof. Hermanto, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. M. Nuh, serta anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (TIK Nasional) Ilham Habibie.

Baca juga : PKB Apresiasi Keberanian Presiden Prabowo Ambil Keputusan Strategis

Acara ditutup dengan arahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense