Dark/Light Mode

Presiden Prabowo Direncanakan Tutup Diklat Petugas Haji 2026

Kamis, 29 Januari 2026 18:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto. [prabowo.com]
Presiden Prabowo Subianto. [prabowo.com]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) semakin menegaskan perannya dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji setelah resmi berdiri terpisah dari Kementerian Agama. Salah satu penandanya adalah, rencana penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 yang dijadwalkan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Agenda penutupan Diklat PPIH direncanakan berlangsung di Lapangan Galaxy, Markas Komando Angkatan Udara I Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026) pagi. Jika Presiden hadir dan memimpin langsung acara tersebut, hal ini akan menjadi momen bersejarah baru dalam perjalanan penyelenggaraan haji nasional.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, didampingi Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta jajaran pejabat Kemenhaj, menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo berkenan hadir sekaligus menutup secara resmi Diklat PPIH Arab Saudi 2026.

Kehadiran kepala negara dinilai strategis untuk memberikan dorongan moral dan penegasan arah kebijakan pelayanan haji.

"Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto berkenan menutup Diklat PPIH Arab Saudi 2026. Kehadiran beliau penting untuk memberi motivasi dan penguatan peran petugas sebagai garda terdepan pelayanan jemaah,” ujar Irfan kepada jurnalis Media Center Haji (MCH) termasuk RM.id, Kamis (29/1/2026).

Baca juga : Peserta Diklat Petugas Haji 2026 Tidak Otomatis Lulus

Rencana penutupan oleh Presiden juga diperkuat dengan beredarnya undangan serta susunan acara di sejumlah grup WhatsApp internal PPIH. Bahkan, gladi kotor upacara disebut telah dilaksanakan beberapa kali dengan melibatkan seluruh peserta diklat di Lapangan Galaxy Halim Perdanakusuma.

Terkait berakhirnya masa diklat, Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan menegaskan, selesainya pelatihan bukan berarti berakhirnya proses pembinaan petugas haji. Dia meminta seluruh peserta tetap menjaga kesiapan hingga waktu keberangkatan.

"Jangan menganggap selesai diklat berarti tugas selesai. Proses pembinaan dan persiapan masih terus berjalan," kata Gus Irfan.

Diklat PPIH Arab Saudi 2026 sendiri berlangsung sejak 10 Januari dan dijadwalkan berakhir pada 30 Januari 2026. Setelah itu, para petugas masih harus mengikuti sejumlah tahapan lanjutan secara mandiri, termasuk pelatihan daring bahasa Arab serta pemantauan kebugaran fisik harian.

"Masih ada diklat online Bahasa Arab. Kebugaran fisik juga dipantau setiap hari agar saat diberangkatkan mereka benar-benar dalam kondisi prima. Waktu persiapan masih sekitar dua hingga tiga bulan," jelasnya.

Baca juga : Persis Solo Datangkan Striker Uzbekistan, Target Keluar dari Zona Merah

Menurut Gus Irfan, kesiapan petugas haji tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari sisi pengetahuan, mental, dan integritas sebagai pelayan tamu-tamu Allah. Berdasarkan laporan sementara, pelaksanaan diklat sejauh ini dinilai berjalan cukup baik.

"Sekitar 90 persen pelaksanaannya bagus. Namun saya masih menunggu laporan resmi tertulisnya,” ujarnya.

Dia mengakui, masih terdapat sejumlah catatan dalam pelaksanaan diklat. Namun hal itu dinilai wajar mengingat Diklat PPIH 2026 merupakan terobosan baru, baik dari sisi durasi pelatihan yang mencapai tiga pekan ditambah satu pekan daring, jumlah peserta yang paling banyak, hingga penerapan metode semi-militer.

"Tentu ada catatan dan evaluasi. Itu pasti. Tapi saya tunggu laporan resminya besok,” tegas Gus Irfan.

Mengenai kepastian kehadiran Presiden Prabowo, Gus Irfan menyebut tim protokol kepresidenan telah melakukan peninjauan lokasi penutupan diklat. “Tim protokol Presiden sudah meninjau lapangan. Kita tunggu kepastian akhirnya,” tutupnya.

Baca juga : BPKH Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Pembiayaan Haji 2026

Diklat PPIH Arab Saudi 2026 diikuti sekitar 1.600 petugas haji dari sembilan bidang layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, layanan lansia dan disabilitas, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah termasuk Media Center Haji (MCH) .

Selain pembekalan teknis, peserta juga mendapatkan latihan fisik dari fasilitator TNI dan Polri serta pelatihan bahasa Arab sebagai bekal utama bertugas di Arab Saudi. (*) 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.