RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperluas cakupan program bantuan pangan pada kuartal I-2026. Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, akses pangan yang terjangkau merupakan fondasi bagi stabilitas ekonomi. Dengan harga yang terjaga, daya beli masyarakat diharapkan tidak tergerus di tengah tantangan pasokan.
“Bapanas juga didaulat untuk menjaga hilir dari rantai pasok pangan. Ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh akses pangan terjangkau,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga : Kabur Saat OTT, Penyuap Oknum Pejabat Bea Cukai Serahkan Diri
Sepanjang semester II-2025, Pemerintah tercatat agresif mengucurkan bantuan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi. Pada kuartal III-2025, Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan beras 20 kilogram (kg) secara gratis untuk alokasi dua bulan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Hingga November 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 18 juta KPM dengan total anggaran mencapai Rp 4,97 triliun. Memasuki kuartal IV-2025, jenis komoditas bantuan ditambah untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
“Tidak hanya beras yang disalurkan, tapi juga MinyaKita. Jadi, paket bantuan berisi beras 20 kg dan MinyaKita 4 liter bagi setiap KPM untuk alokasi 2 bulan,” ungkap Amran.
Baca juga : Legislator Dukung Ketahanan Pangan
Realisasi penyaluran paket beras dan minyak goreng hingga akhir Desember 2025 telah menyentuh lebih dari 17 juta KPM dengan alokasi anggaran sekitar Rp 6,5 triliun.
Amran menilai, intervensi Pemerintah melalui bantuan pangan langsung sangat efektif membantu kelompok masyarakat rentan dalam mengelola pengeluaran konsumsi harian. Hal ini berdampak pada perputaran roda ekonomi di tingkat akar rumput.
“Daya beli masyarakat semakin terjaga dengan roda ekonomi terus berjalan,” tuturnya.
Baca juga : Golkar Sultra Segera Susun Tahapan Pemenangan Pemilu
Menimbang dampak positif tersebut, Pemerintah memutuskan meningkatkan skala bantuan secara signifikan awal tahun ini. Jumlah penerima manfaat akan ditambah hampir dua kali lipat untuk memastikan jangkauan perlindungan sosial yang lebih luas.
Amran memastikan, Pemerintah melanjutkan program bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk kuartal I-2026. Bahkan, jumlah KPM ditingkatkan secara eksponensial hingga 33,2 juta KPM dari sebelumnya yang 18 juta KPM. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 11, edisi Senin, 9 Februari 2026 dengan judul "Pemerintah Perluas Bantuan Pangan Paket Beras Dan Minyak Jangkau 33,2 Juta KPM"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.