RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengintensifkan pengendalian harga pangan pokok melalui pengawasan menyeluruh dari tingkat produsen hingga distributor.
Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan dikerahkan untuk menutup ruang praktik penimbunan dan spekulasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa selaku Ketua Pelaksana Satgas Saber Tingkat Pusat, menegaskan, pengawasan dilakukan tanpa jeda di seluruh daerah.
Hingga 7 Februari 2026, pengawasan telah mencakup 1.343 titik di 38 provinsi dan 507 kabupaten/kota.
Baca juga : Arsenal Pantang Terpeleset
“Satgas Saber bekerja setiap hari sampai selesai nanti Idul Fitri. Kami nengokin terus pasar-pasar, sehingga oknum-oknum yang ingin menimbun, menaikkan harga secara brutal dan mengambil keuntungan berlebih akan berpikir dua kali. Akan kami tindak tegas,” tegas Gusti di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan data pantauan terakhir pada 8 Februari, Satgas menjangkau 1.309 titik yang melibatkan 860 pengecer, 215 ritel modern, 131 pedagang grosir, 75 distributor, 10 agen dan 18 produsen.
Baca juga : Mobil Ringsek Kecelakaan Di Tol, Antonelli Selamat
Langkah ini untuk memastikan seluruh mata rantai pasok pangan nasional tetap terpantau.
Gusti berharap, laporan pantauan harga dapat terus mengalir dari seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia guna menjaga stabilitas harga di lapangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.