Dark/Light Mode

Jelang Perayaan Imlek Dan Bulan Ramadan

Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali

Kamis, 12 Februari 2026 06:25 WIB
Suasana perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berlangsung normal. Tampak pedagang telur sedang melayani pembeli. (Foto: Kharizal Anwar/RM)
Suasana perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berlangsung normal. Tampak pedagang telur sedang melayani pembeli. (Foto: Kharizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan stok dan harga pangan terkendali menjelang Imlek dan bulan Suci Ramadan. Antisipasi lonjakan permintaan sejumlah komoditas pangan pada momen tersebut telah dilakukan sejak lama.

Cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia pada Januari-Februari 2026, dikhawatirkan berdampak pada pasokan dan harga pangan. Apalagi, sebentar lagi akan memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan dan Idul Fitri. 

Hal ini jadi sorotan Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ismail. Dia mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memastikan ketersediaan, serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang Imlek, Ramadan dan Idul Fitri. 

Ismail mengingatkan, jelang HKBN selalu terjadi peningkatan kebutuhan bahan pangan. Hal ini perlu diantisipasi sejak dini, agar tidak memicu lonjakan harga. 

Untuk itu, lanjut Ismail, pihaknya secara rutin menggelar rapat koordinasi tahunan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, yakni Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya. 

Baca juga : Arsenal Pantang Terpeleset

“Dari rapat itu, kami bisa melihat apakah persiapannya sudah cukup baik atau belum. Selain laporan dalam rapat kerja, kami juga biasanya melakukan tinjauan langsung ke lapangan,” kata Ismail. 

Kunjungan lapangan, menurutnya, penting untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan, jika kedua aspek tersebut tidak terkontrol dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga. 

Ismail menambahkan, persiapan menyambut Ramadan tahun 2026, memiliki tantangan usai ada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku pangan di kota-kota besar. 

“Dampaknya sudah terasa. Saat ini cukup sulit mendapatkan beberapa bahan baku, karena stok di daerah produsen lebih dulu terserap untuk kebutuhan program tersebut,” jelasnya. 

Baca juga : Mobil Ringsek Kecelakaan Di Tol, Antonelli Selamat

Kondisi tersebut, lanjut Ismail, berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga sejumlah komoditas. Karena itu, dia meminta Pemprov DKI turut memperhitungkan variabel baru tersebut, dalam menyusun strategi pengendalian stok dan harga pangan. 

Menurut Anggota DPRD DKI Nur Afni Sajim, stok pangan jelang Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri, dalam kondisi aman terkendali. Kepastian tersebut didapat usai rapat dengan jajaran BUMD bidang pangan pada Kamis (29/1/2026). 

Untuk memastikan situasi dan kondisi pangan jelang Ramadan, pihaknya juga akan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar. 

Terkait komoditas daging, Afni menegaskan, Perumda Dharma Jaya telah menandatangani kontrak kerja sama dengan pihak di Australia. Kerja sama itu untuk memastikan pasokan daging tetap stabil. 

Menanggapi potensi kenaikan harga pangan secara nasional, menurut Afni, kondisi Jakarta masih terkendali. Meski begitu, dia berharap, BUMD bidang pangan terus meningkatkan inovasi. Khususnya olahan ikan. Sehingga, minat masyarakat terhadap produk ikan terus meningkat. Terutama di kalangan anak-anak. 

Baca juga : Iran Dukung RI Gabung BOP, Tapi Ragukan AS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, pasokan bahan pangan tetap terjaga meskipun sejumlah wilayah sempat menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. 

Pram juga memastikan ketersediaan daging, yang biasanya mengalami lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan. “Mudah-mudahan menyambut Imlek, Ramadan dan Lebaran, bahan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging,” harap Pram di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026). 

Pram menegaskan, Pemprov DKI telah melakukan persiapan untuk pengamanan stok bahan pangan sejak dini. Salah satu caranya, selalu menjaga komunikasi dengan kepala daerah penghasil bahan pangan, untuk menjaga pasokan ke Jakarta. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.