RM.id Rakyat Merdeka - Industri galangan kapal nasional menyambut positif pernyataan Hashim Djojohadikusumo mengenai rencana pemerintah menggodok berbagai insentif bagi industri galangan kapal.
Salah satunya, pembebasan bea masuk hingga 0 persen untuk komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai, insentif ini sangat krusial bagi keberlanjutan industri galangan kapal nasional.
Struktur biaya pembangunan kapal di Indonesia masih dipengaruhi oleh komponen impor seperti mesin, sistem navigasi, dan peralatan kelistrikan yang belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri.
Baca juga : Pemerintah Beri Diskon Tiket Kapal PELNI 30 Persen, Cek Tanggal Dan Syaratnya
Menurut Iperindo, tanpa dukungan fiskal, harga kapal produksi nasional sulit bersaing dengan kapal impor baru maupun kapal bekas dari luar negeri.
“Insentif bea masuk 0 persen termasuk pembebasan PPN menjadi 0 persen akan memberikan kepastian usaha dan meningkatkan kepercayaan investor serta pemilik kapal untuk membangun kapal di dalam negeri,” kata Ketua Umum Iperindo, Anita Puji Utami, Kamis (12/2/2026).
Saat ini, anggota Iperindo mampu menyediakan sekitar 36 ribu dock space per tahun untuk reparasi kapal dan sekitar 900 dock space per tahun untuk pembangunan kapal baru, dengan tingkat utilisasi yang masih relatif rendah.
Anita menambahkan, insentif fiskal bea masuk dan PPN bagi industri galangan akan meningkatkan utilisasi fasilitas galangan, menjaga keberlangsungan tenaga kerja padat karya.
Baca juga : Perkuat Daya Saing dan Inklusi Keuangan, DPR Apresiasi Wondr by BNI
Serta, menciptakan efek berganda bagi industri baja, manufaktur komponen, permesinan, dan jasa teknik nasional.
Dengan meningkatnya pesanan domestik, kapasitas dan kapabilitas galangan kapal Indonesia juga akan terus berkembang.
Namun demikian, insentif fiskal perlu diiringi harmonisasi regulasi, penyederhanaan perizinan, serta dukungan pembiayaan yang kompetitif bagi pemesan kapal.
Sinergi kebijakan fiskal dan nonfiskal dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem industri perkapalan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca juga : Jaga Lingkungan, BRI Peduli Ajak Masyarakat Bersih-bersih Pantai Kedongan Bali
Sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri galangan kapal dan sarana lepas pantai, Iperindo menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan efektif.
Dengan dukungan yang konsisten, Iperindo meyakini industri galangan kapal nasional dapat menjadi pilar utama kemandirian maritim Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang berdaya saing tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.