Dark/Light Mode

Perkuat SDM Industri, Kemenperin Dukung Program Magang Nasional

Selasa, 2 Desember 2025 13:24 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto: Kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan dukungannya terhadap Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi atau Program Magang Nasional yang menjadi kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan transformasi ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemagangan memiliki nilai strategis dalam mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri. “Melalui pemagangan, lulusan perguruan tinggi memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan riil industri, sekaligus memahami ekosistem kerja modern yang menuntut disiplin, produktivitas, dan kemampuan inovasi,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Ia menekankan, pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan program ini berjalan efektif, khususnya dari pihak pelaku industri yang diharapkan membuka peluang partisipasi. “Partisipasi industri akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan tenaga kerja terampil, efisiensi proses rekrutmen, serta peningkatan daya saing industri manufaktur nasional,” tambahnya.

Baca juga : BRIN dan Danantara Perkuat Sinergi Riset untuk Dorong Hilirisasi Nasional

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menjelaskan, dukungan Kemenperin diwujudkan melalui fasilitasi, pendampingan, serta penyediaan platform layanan pengembangan keterampilan dan promosi karir di sektor industri. “Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan peluang pemagangan dan pekerjaan di berbagai sektor manufaktur,” ujarnya pada acara Sosialisasi Program Magang Nasional Batch 3 Kemenperin di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan upaya memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia pada 2025, di mana 69 persen penduduk berada pada usia produktif. Menurut Eko, pemagangan menjadi instrumen penting yang menjembatani dunia pendidikan dan industri.

“Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga memahami budaya kerja industri, standar keselamatan, dan etos inovasi yang dibutuhkan dalam sistem produksi modern,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto (tengah), Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi (kanan) dan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker Anwar Sanusi. (Foto: Kemenperin)

Eko juga mengajak pelaku industri berpartisipasi aktif dalam program ini, mengingat seluruh komponen pembiayaan peserta telah ditanggung pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga : Real Madrid Incar Kemenangan Penting Lawan Girona

Dukungan Kemenperin turut diperkuat oleh kesiapan ekosistem pendidikan vokasi yang telah dikembangkan secara komprehensif. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengatakan, Kemenperin memiliki infrastruktur pendidikan vokasi yang terintegrasi untuk pengembangan SDM industri. Seluruh satuan pendidikan dan kelembagaan tersebut, mulai dari perguruan tinggi vokasi, SMK Industri, balai diklat industri, hingga unit standardisasi dan layanan jasa industri, berkomitmen menyukseskan program pemagangan nasional.

“Dengan menyediakan kesempatan pemagangan dan pengalaman langsung mengenai sistem pembinaan industri nasional,” ujarnya.

Dari sisi pelaksanaan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan 100 ribu kuota pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Program berlangsung selama enam bulan, dan peserta menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten sesuai domisili penyelenggara.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker, Anwar Sanusi menyampaikan,  program ini memberikan pengalaman kerja sekaligus mendukung perluasan kesempatan kerja bagi lulusan baru. “Pemerintah juga menyediakan sistem digital terpadu melalui platform siapkerja dan maganghub untuk mempermudah pendaftaran peserta maupun penyelenggara,” ujarnya.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Bioenergi sebagai Pilar Transisi Energi Nasional

Gerakan Nasional

Menperin menegaskan, pemagangan perlu menjadi gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan generasi muda yang siap bersaing secara global. Ia menilai investasi dalam penguatan SDM melalui pemagangan akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas nasional, akselerasi industrialisasi, serta penciptaan ekonomi bernilai tambah tinggi.

“Oleh karena itu, pemagangan harus diposisikan sebagai salah satu strategi utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara industri maju, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkas Menperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.