RM.id Rakyat Merdeka - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mematok arus petikemas tahun ini sebanyak 13,77 juta TEUs (Twenty-foot Equivalent Unit) di seluruh terminalnya atau tumbuh 5 persen dibandingkan capaian 2025.
Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan, jika target tersebut tercapai, berarti naik hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di ang ka 12,48 juta TEUs.
Ia mengatakan, optimisme target tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional dan meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.
Baca juga : Industri Baja Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri
“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026).
Widyaswendra membeberkan, sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Misalnya di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel.
Lalu di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG/Liquefied Natural Gas).
Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca juga : DPRD DKI Bakal Bentuk Pansus & Gandeng KPK
Sedangkan untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.
Pihaknya mencatat, arus peti kemas luar negeri pada 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs, atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.
“Untuk mendukung pencapaian target 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan, ekspor Indonesia akan tumbuh 7 persen pada 2026.
Baca juga : Indeks Korupsi Amerika Ambruk Ke Titik Rendah
Ia menilai, salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.
“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan ham batan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” beber Benny.
Dengan kata lain, sambung dia, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.