Dark/Light Mode

Pemulihan Bencana Sumatera, Sudah 70 Persen 37 Daerah Sudah Normal

Kamis, 12 Februari 2026 07:50 WIB
Konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar menggembirakan datang dari daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera. Progres pemulihan pascabencana telah mencapai sekitar 70 persen, 37 daerah sudah kembali normal. 

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). 

Hadir sejumlah menteri dalam acara tersebut, yaitu Menko Pembangunan Kemanusiaan Dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. 

“Sebanyak 37 daerah dari total 52 kabupaten/kota sudah kembali normal. Kalau dipersentasekan, hampir 70 persen sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan,” kata Tito. 

Baca juga : Pilot & Copilot Tewas, 13 Penumpang Selamat

Ia menjelaskan, terdapat empat daerah yang kondisinya hampir normal, sementara 11 daerah lainnya masih memerlukan perhatian serius. Pemerintah, kata dia, terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan. 

Sebagai Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito juga melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Berdasarkan data per 10 Februari 2026, jumlah pengungsi turun drastis dibandingkan puncaknya pada awal Desember 2025. 

Kemajuan fisik di lapangan antara lain pembersihan lumpur yang telah tuntas di Sumatera Barat, serta pemulihan layanan listrik dan telekomunikasi yang telah mencapai 100 persen di wilayah terdampak. Di sektor hunian, pemerintah telah menyelesaikan 5.489 unit hunian sementara (huntara) dari target 17.036 unit. Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) juga telah terealisasi hampir 50 persen dari total sasaran. 

Upaya pemulihan tersebut didukung pengerahan alat berat dan personel gabungan dari TNI, Polri, aparatur sipil negara, relawan, hingga ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan yang diterjunkan langsung ke lapangan. 

Baca juga : Justin Adrian Untayana: Ketidaktegasan Gubernur Sangat Disayangkan

Tito menambahkan, akses jalan di daerah terdampak kini kembali pulih. Seluruh jalan dan jembatan nasional telah berfungsi sehingga mobilitas antarwilayah utama berjalan normal. “Jalan darat ini ada jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota, jalan desa, serta jembatan-jembatan,” ujarnya. 

Progres pembangunan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak telah mencapai 100 persen per 8 Februari 2026. Sementara itu, perbaikan jalan daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 91 persen. 

“Kami melakukan pengecekan silang kepada seluruh bupati dan wali kota yang dihadiri gubernur atau wakil gubernur, serta memastikan langsung di lapangan,” tegas Tito. 

Aktivitas ekonomi juga mulai pulih. Pasar rakyat di wilayah terdampak telah beroperasi secara fungsional. Per 9 Februari 2026, sebanyak 465 pasar rakyat terdampak di Aceh telah kembali berjalan, antara lain di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya. 

Baca juga : Rani Mauliani: Pendekatan Humanis Diimbangi Ketegasan

Selain itu, 57 pasar rakyat di Sumatera Utara dan 31 pasar rakyat di Sumatera Barat juga telah beroperasi, meskipun sebagian belum sepenuhnya optimal. “Ekonomi pasar sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, meskipun ada yang belum maksimal,” kata Tito. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.