Dark/Light Mode

4 Jam Berbincang Dengan Presiden

Lima Konglomerat Gotong Royong Untuk Indonesia Incorporated

Kamis, 12 Februari 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto diskusi soal ekonomi dengan lima konglomerat Indonesia di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026) malam. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto diskusi soal ekonomi dengan lima konglomerat Indonesia di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026) malam. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sehari setelah berdiskusi dengan pengusaha yang tergabung dalam APINDO, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan lima konglomerat Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Presiden membahas Indonesia Incorporated

Pertemuan dengan lima konglomerat itu digelar di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026) malam. Pertemuan berlangsung sekitar 4,5 jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.30 WIB. 

Lima konglomerat yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Garibaldi Thohir atau Boy Thohir (Adaro Energy), serta Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group). 

Baca juga : Pemulihan Bencana Sumatera, Sudah 70 Persen 37 Daerah Sudah Normal

Foto pertemuan Prabowo dengan lima konglomerat tersebut diunggah di akun Instagram @prabowo. Dalam foto itu terlihat pertemuan dilakukan di salah satu ruangan kediaman Presiden. Mereka duduk mengelilingi meja bundar berwarna hijau. Prabowo, yang mengenakan setelan safari krem, duduk di tengah, sementara para pengusaha berada di sisi kiri dan kanannya. 

Diskusi membahas berbagai isu, mulai dari kondisi ekonomi nasional, peluang pengembangan sektor strategis, hingga komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. 

Pertemuan tersebut digelar atas permintaan para pengusaha. Dalam pertemuan itu, Presiden menyerap berbagai masukan terkait tantangan dan peluang ekonomi ke depan. 

Baca juga : Pilot & Copilot Tewas, 13 Penumpang Selamat

Presiden juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui konsep Indonesia Incorporated guna memperkuat daya saing nasional, mempercepat pembangunan ekonomi, serta mendorong kemandirian bangsa. 

“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Presiden. 

Selain mendorong pembukaan dan perluasan lapangan kerja, Presiden juga meminta para pengusaha memperkuat sektor riil serta mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. 

Baca juga : Justin Adrian Untayana: Ketidaktegasan Gubernur Sangat Disayangkan

Merespons arahan tersebut, para pengusaha menyatakan komitmen untuk mendukung program strategis pemerintah. Dukungan itu mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan gizi melalui program makan bergizi gratis, penguatan sektor kesehatan, pembangunan rumah subsidi, hingga kedaulatan energi. Mereka juga sepakat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan Presiden dengan lima pengusaha tersebut berlangsung intensif. Menurut dia, pertemuan itu menjadi ruang dialog strategis antara Presiden dan pelaku usaha dalam memperkuat sinergi pembangunan nasional. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.